Gubernur Kalteng Sugianto Sabran saat membersihkan halaman Rujab Gubernur, Minggu (7/4). (YANTING FOR KALTENG)


Menjadi pemimpin tentu sangat disibukkan dengan aktivitas melayani rakyat. Realisasi visi dan misi tentu menjadi prioritas dalam rutinitas. Seperti itulah yang dialami Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran. Namun, sebagai sosok ayah, ia juga selalu menyempatkan waktu untuk kumpul bersama keluarga, walau sekadar jalan-jalan sore di sekitar rumah jabatan (rujab), Istana Isen Mulang.

 

ANISA B WAHDAH, Palangka Raya

 

SORE itu, Minggu (7/4) sekitar pukul 16.30 WIB, penulis mendapat kesempatan untuk menikmati waktu sore bersama keluarga Gubernur Kalteng Sugianto Sabran bersama istrinya Yulistra Ivo Sugianto Sabran dan putri mungilnya, di halaman rujab gubernur.

Secara tak sengaja, dari arah berlawanan penulis melihat orang yang sudah tak asing lagi bagi masyarakat Kalteng ini, Sugianto. Ia sedang mendorong kereta bayi sembari berjalan bersama sang istri tercinta. Mengobrol dan bersenda gurau. Menebar senyum kepada masyarakat yang saat itu sedang jogging di Jalan Katamso.

Memang, Jalan Katamso merupakan lokasi yang dijadikan tempat santai dan olahraga kala sore hingga malam. Rupanya, orang nomor satu di Kateng ini juga sering menyisihkan waktu meski di tengah kesibukannya bekerja, untuk bersama keluarga walau sekadar jalan-jalan di sekitar rujab.

"Iya mbak, lagi jogging ya?" sapa Ivo saat saya mendekat.

Berpakaian kasual, seragam dengan suaminya, berwarna merah. Memakai sandal dan berkerudung hitam. Ivo dan Sugianto tak segan mengundang kami masuk ke halaman untuk ikut berolahraga bersama.

"Sini mbak, masuk. Kita jalan-jalan mengelilingi rujab," ajak Ivo.

Diakui Ivo, ia bersama suami dan anak sering menyisihkan waktu sorenya mengelilingi rujab gubernur. Tentunya pada waktu yang pas, yakni saat gubernur memiliki waktu senggang atau pulang lebih awal dari kerjanya.

"Kami memang sering jalan-jalan membawa anak-anak, tapi kalau bapak (Sugianto) pulang sore," katanya kepada Kalteng Pos.

Sekitar lima belas menit kami mengelilingi halaman rujab, gubernur prihatin melihat keadaan halaman rujab dan sekitar bundaran yang masih terdapat banyak sampah. Padahal, Bundaran Besar adalah publik area yang harus selalu bersih.

"Ini adalah publik area. Jika kotor kan tidak nyaman dilihat. Tentu ini sangat mengganggu masyarakat," ucap Sugianto sembari memerhatikan satu per satu sampah yang berserakan.

Dikatakan Sugianto, siapa pun yang menggunakan area bunndaran, terutama mereka yang sudah mengantongi izin, seharusnya membersihakan sisa-sisa aktivitas, baik sampah plastik dan lainnya. Mirisnya, terdapat beberapa putung rokok yang berserakan di depan halaman rujab.

"Tolong ambil sapu, kita bersihkan halaman ini. Bunbes harus bersih. Jangan sampai ada sampah berserakan, apalagi sampai ada puntung rokok," tegasnya sembari meminta petugas mengambil alat kebersihan.

Tanpa sungkan dan segan, Sugianto dan para petugas menyapu dan membersihkan halaman rujab. Dengan memakai sandal jepit dan kaus oblong, pria yang biasanya memakai baju dinas resmi ini terkesan sangat sederhana.

"Siapa pun yang menggunakan bundaran ini, apabila sudah selesai kegiatannya harus dibersihkan. Jangan sampai ada sampah apalagi puntung rokok," katanya dengan nada tegas.

Hal senada dikatakan Ivo, ketua Tim Penggerak Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalteng. Ivo juga selalu mengajak masyarakat untuk hidup bersih, termasuk menjaga kebersihan area Bundaran Besar.

"Bukan karena ini di depan rujab, tapi ini publik area. Jadi, tidak enak dilihat jika kotor," jelasnya.

Selain itu, wilayah tersebut juga sering dimanfaatkan masyarakat Kalteng untuk berolahraga. Dengan selalu bersihnya lingkungan di area tersebut, maka masyarakat yang berolahraga di lokasi itu pun akan merasa nyaman. (*/ce/ala)

You Might Also Like