Ustaz HM Al Ghifari memotong rambut sejumlah jemaah usai melaksanakan umrah. (BUDI/ KALTENG POS)


Menjadi tamu Allah di Kota Suci dan bisa beribadah di sana, merupakan impian setiap umat Islam. Haji maupun umrah menjadi sebuah perjalanan suci. Karena setiap apa yang dilakukan di tanah suci, dihitung sebagai pahala ibadah.

PRASETYO BUDIYANTO, Makkah

JUMAT 29 Maret, rombongan jemaah umrah PT Raihan Alya Tour Palangka Raya menuju Kota Makkah untuk melaksanakan ibadah umrah. Tepat pukul 16.00 waktu setempat, rombongan singgah di Dzul Hulaifah yang kini dikenal dengan Abyar Ali atau Bir A'li untuk mikat.

Mikat adalah rukun haji dan umrah yang pertama harus dilakukan sebelum para jemaah tiba di Masjidil Haram. Di tempat mikat, penulis bersama para jemaah lainnya berihram, yakni mengucapkan niat umrah serta berganti pakaian ihram, sebelum kami masuk ke Tanah Suci.

Setibanya di hotel di Kota Makkah, rombongan jemaah umrah PT Raihan Alya Tour Palangka Raya langsung salat, dilanjutkan makan, lalu istrahat sebentar. Kemudian kami melanjutkan proses umrah dengan melakukan tawaf mengelilingi Kakbah. Selanjutnya kami melaksanakan sai, yaitu berjalan dan berlari-lari kecil antara Bukit Safa dan Marwah, dan dilanjutkan dengan tahalul.

Di hari kedua, rombongan jemaah umrah kembali melaksanakan umrah. Pada umrah kedua ini, jemaah mengambil mikat di Masjid Tan'im. Masjid ini merupakan perbatasan antara tanah haram dan tanah halal, yang letaknya di sisi utara Kota Makkah Al Mukaramah dari arah Madinah. Jarak antara tempat mikat ini menuju Baitullah sekitar 7 km.

Namun sebelum menuju Masjid Tan'im untuk mikat, jemaah PT Raihan Alya Tour Palangka Raya terlebih dahulu dibawa Ustaz HM Al Ghifari  berziarah mengelilingi Kota Makkah, seperti ke Jabal Tzur, Jabal Rahmah, Arafah, Mina, Musdalifah, dan juga Ja’ranah.

Keseokan harinya, jemaah juga dibawa mengunjungi tempat-tempat bersejarah di sekitar Masjidil Haram. Pada hari terakhir di Kota Makkah, jemaah dibawa Ustaz Ghifari melaksanakan tawaf wada. Tawaf wada ini menjadi sebuah kewajiban bagi setiap jemaah haji dan umrah saat akan meninggalkan Makkah,” ungkap Ghifari.

Menariknya, dalam setiap kesempatan, baik itu saat ziarah maupun dalam perjalanan, jemaah mendapat tausiah langsung dari Ustaz HM Al Ghifari.

Bagi penulis, ada satu pesan Ustaz Ghifari yang selalu membekas dalam hati hingga saat ini. Dalam pesannya, Ustaz Ghifari berharap dan meminta kepada jemaah umrah PT Raihan Alya Tour Palangka Raya, agar sepulang dari tanah suci selalu beristikamah dalam menjalankan ibadah.

Senantiasa istikamah dalam hal beribadah memang tidak mudah. Tapi, menurut Ust Ghifari, seorang muslim yang baik adalah mereka yang selalu berusaha agar istikamah ketika beribadah.

“Istikamah sebenarnya bisa direalisasikan ketika kita mempunyai komitmen. Selain itu, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan agar senantiasa istikamah, seperti sering datang ke Majelis Ilmu. Hal ini dilakukan agar kita bisa terus belajar. Kemudian, mengingat mati dan banyak-banyak bertobat,” ungkapnya.

Sementara itu, di antara 330 jemaah umrah PT Raihan Alya Tour Palangka Raya kali ini, ternyata ada Wakil Bupati Murung Raya Rejikinoor yang saat itu ditemani sang istri Suhartini. Selama menjalani hari-hari umrah, baik di Makkah maupun di Madinah, Rejikinoor selalu berbaur dengan jemaah lainnya.

“Alhamdulillah kita semua telah tiba di rumah atau di kampung halaman masing masing  dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dirahmati oleh Allah SWT. Semoga ibadah umrah yang kita jalani menjadi ibadah umrah yang mabrur,” ungkapnya.

“Dalam kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada PT Raihan Alya Tour Palangka Raya di bawah pimpinan Ustaz HM Al Ghifari beserta tim, yang telah membawa dan memandu kami dengan baik. Pada kesempatan baik ini, kami banyak banyak mohon ampun, maaf, dan rida selama kita bergabung dalam melaksanakan ibadah umrah,” ungkap Rejikinoor. (*/ce) 

You Might Also Like