Para calon pengantin berburu vendor di ajang Indonesia Internasional Wedding Festival (IIWF) 2019. (Rieska Virdhani)


Pernikahan merupakan momen sakral yang direncanakan dalam waktu jangka panjang. Terkadang calon pengantin harus mempersiapkan pernikahan 6 bulan hingga 1 tahun sebelum pesta. Segala kebutuhan dari mulai gedung, tata rias, hingga katering harus dipersiapkan dengan matang. Tentunya biayanya tak sedikit, milenial pun harus menabung dulu sebelum menikah.

Dalam pameran yang menghadirkan berbagai kebutuhan pesta pernikahan, Indonesia Internasional Wedding Festival (IIWF) 2019 siap ‘menampung’ para calon pengantin. Pameran yang digelar oleh Weddingku dan Dyandra Promosindo ini menghadirkan lebih dari 300 vendor yang berhubungan dengan kebutuhan pernikahan seperti bridal, groom suit, catering, florist, hotel, dan lain-lain.

“IIWF 2019 kami gelar agar para calon pengantin yang merencanakan pernikahan bisa mendapatkan berbagai referensi dan inspirasi dalam memilih berbagai kebutuhan yang mereka inginkan. Kami menghadirkan berbagai vendor terkait kebutuhan calon pengantin supaya impian pernikahan mereka dapat terwujud dan berkesan seumur hidup mereka,” ujar Chief Operating Officer Weddingku, Reza Paramita, dalam konferensi pers, Minggu (5/4).

Menurutnya, setiap penikahan biasanya dipengaruhi oleh pendapatan atau ekonomi para calon pengantin. Menurutnya, para milenial rata-rata harus menabung dulu sebelum mereka menikah.

“Rata-rata usia menikah ada 2 fase yakni 20-25 dan 26-30. Yang menentukan itu adalah pendapatan. Butuh biaya besar biasanya. Milenial butuh waktu 5 tahun biasanya kumpulin uang. Sebab pernikahan adalah kebutuhan tersier yang tak bisa digantikan tapi hanya ditunda,” ujarnya.

Sebetulnya menikah hanya membutuhkan surat secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA). Namun budaya pesta di Indonesia mendorong setiap keluarga untuk merayakan setiap pernikahan.

“Jumlah populasi inilah yang membuat industri pernikahan berkembang pesat. Apalagi budaya pesta itu menjadi keharusan dalam setiap pernikahan,” katanya.(jpc)

Para calon pengantin berburu vendor di ajang Indonesia Internasional Wedding Festival (IIWF) 2019. (Rieska Virdhani)

Milenial Butuh Nabung 5 Tahun, Intip Tren Pernikahan 2019

Pernikahan merupakan momen sakral yang direncanakan dalam waktu jangka panjang. Terkadang calon pengantin harus mempersiapkan pernikahan 6 bulan hingga 1 tahun sebelum pesta. Segala kebutuhan dari mulai gedung, tata rias, hingga katering harus dipersiapkan dengan matang. Tentunya biayanya tak sedikit, milenial pun harus menabung dulu sebelum menikah.

Dalam pameran yang menghadirkan berbagai kebutuhan pesta pernikahan, Indonesia Internasional Wedding Festival (IIWF) 2019 siap ‘menampung’ para calon pengantin. Pameran yang digelar oleh Weddingku dan Dyandra Promosindo ini menghadirkan lebih dari 300 vendor yang berhubungan dengan kebutuhan pernikahan seperti bridal, groom suit, catering, florist, hotel, dan lain-lain.

“IIWF 2019 kami gelar agar para calon pengantin yang merencanakan pernikahan bisa mendapatkan berbagai referensi dan inspirasi dalam memilih berbagai kebutuhan yang mereka inginkan. Kami menghadirkan berbagai vendor terkait kebutuhan calon pengantin supaya impian pernikahan mereka dapat terwujud dan berkesan seumur hidup mereka,” ujar Chief Operating Officer Weddingku, Reza Paramita, dalam konferensi pers, Minggu (5/4).

Menurutnya, setiap penikahan biasanya dipengaruhi oleh pendapatan atau ekonomi para calon pengantin. Menurutnya, para milenial rata-rata harus menabung dulu sebelum mereka menikah.

“Rata-rata usia menikah ada 2 fase yakni 20-25 dan 26-30. Yang menentukan itu adalah pendapatan. Butuh biaya besar biasanya. Milenial butuh waktu 5 tahun biasanya kumpulin uang. Sebab pernikahan adalah kebutuhan tersier yang tak bisa digantikan tapi hanya ditunda,” ujarnya.

Sebetulnya menikah hanya membutuhkan surat secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA). Namun budaya pesta di Indonesia mendorong setiap keluarga untuk merayakan setiap pernikahan.

“Jumlah populasi inilah yang membuat industri pernikahan berkembang pesat. Apalagi budaya pesta itu menjadi keharusan dalam setiap pernikahan,” katanya.(jpc)

Para calon pengantin berburu vendor di ajang Indonesia Internasional Wedding Festival (IIWF) 2019. (Rieska Virdhani)

Milenial Butuh Nabung 5 Tahun, Intip Tren Pernikahan 2019

Pernikahan merupakan momen sakral yang direncanakan dalam waktu jangka panjang. Terkadang calon pengantin harus mempersiapkan pernikahan 6 bulan hingga 1 tahun sebelum pesta. Segala kebutuhan dari mulai gedung, tata rias, hingga katering harus dipersiapkan dengan matang. Tentunya biayanya tak sedikit, milenial pun harus menabung dulu sebelum menikah.

Dalam pameran yang menghadirkan berbagai kebutuhan pesta pernikahan, Indonesia Internasional Wedding Festival (IIWF) 2019 siap ‘menampung’ para calon pengantin. Pameran yang digelar oleh Weddingku dan Dyandra Promosindo ini menghadirkan lebih dari 300 vendor yang berhubungan dengan kebutuhan pernikahan seperti bridal, groom suit, catering, florist, hotel, dan lain-lain.

“IIWF 2019 kami gelar agar para calon pengantin yang merencanakan pernikahan bisa mendapatkan berbagai referensi dan inspirasi dalam memilih berbagai kebutuhan yang mereka inginkan. Kami menghadirkan berbagai vendor terkait kebutuhan calon pengantin supaya impian pernikahan mereka dapat terwujud dan berkesan seumur hidup mereka,” ujar Chief Operating Officer Weddingku, Reza Paramita, dalam konferensi pers, Minggu (5/4).

Menurutnya, setiap penikahan biasanya dipengaruhi oleh pendapatan atau ekonomi para calon pengantin. Menurutnya, para milenial rata-rata harus menabung dulu sebelum mereka menikah.

“Rata-rata usia menikah ada 2 fase yakni 20-25 dan 26-30. Yang menentukan itu adalah pendapatan. Butuh biaya besar biasanya. Milenial butuh waktu 5 tahun biasanya kumpulin uang. Sebab pernikahan adalah kebutuhan tersier yang tak bisa digantikan tapi hanya ditunda,” ujarnya.

Sebetulnya menikah hanya membutuhkan surat secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA). Namun budaya pesta di Indonesia mendorong setiap keluarga untuk merayakan setiap pernikahan.

“Jumlah populasi inilah yang membuat industri pernikahan berkembang pesat. Apalagi budaya pesta itu menjadi keharusan dalam setiap pernikahan,” katanya.(jpc)

You Might Also Like