Alzheimer. Foto: Daily Express


Dalam studi yang dipublikasikan di Jurnal Science Advances, para peneliti menemukan bahwa penyebab utama penyakit gusi memiliki pertalian erat dengan penyakit Alzheimer.

Hal tersebut disimpulkan setelah ditemukannya Porphyromonas gingivalis - patogen utama penyakit gusi di jaringan otak penderita Alzheimer.

Selain itu, enzim beracun yang dibuat oleh bakteri yang disebut gingipain - muncul di banyak sampel otak penderita Alzheimer.

Eksperimen pada tikus juga menemukan adanya hubungan antara bakteri tersebut dan penyakit Alzheimer.

Ketika tim peneliti menginfeksi gusi tikus sehat dengan P. gingivalis, bakteri tersebut kemudian muncul di otak tikus tersebut.

Rawan Tarawneh, seorang ahli saraf kognitif dan asisten profesor neurologi di The Ohio State University Wexner Medical Center, mengatakan bahwa temuan penelitian itu "menarik".

"Namun, penelitian ini tidak memberikan bukti yang cukup kuat untuk hubungan sebab dan akibat antara penyakit P. gingivalis dan Alzheimer," kata Tarawneh, seperti dilansir laman Healthline, Kamis (14/3).

Rudolph Tanzi, PhD, seorang profesor neurologi di Harvard Medical School, memperingatkan agar orang tidak melebih-lebihkan temuan ini, karena penelitian ini kecil dan masih perlu direplikasi oleh penelitian lain.

"Saya pikir penelitian ini menarik, tetapi terlalu dini untuk mengatakan bahwa jika Anda tidak membersihkan gigi, maka Anda akan mendapatkan penyakit Alzheimer. Atau, jika Anda menggunakan benang gigi, Anda akan terhindar dari Alzheimer," kata Tanzi.

Itu tidak berarti infeksi tidak berperan dalam penyakit Alzheimer. (fny/jpnn)

You Might Also Like