BMKG Palangka Raya menyatakan selama tiga hari ke depan diprediksi hujan akan terjadi diseluruh wilayah di Kalteng baik pagi, siang, malam maupun dini hari.( DENAR/ KALTENG POS)


PALANGKA RAYA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya menyatakan masyarakat Kalteng perlu mewaspadai awan konvektif atau Awan Comulonimbus dan gelombang tinggi.

“Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, Barito Utara, Barito Selatan dan Barito Timur,” kata Forcascter BMKG Palangka Raya Lian Adriani kepada Kalteng Pos, Jumat (15/3).

Dia mengungkapkan, selama tiga hari ke depan, diprediksi hujan akan terjadi diseluruh wilayah di Kalteng baik pagi, siang, malam maupun dini hari. Selain Tamiyang Layang, Sukamara, Sampit, Puruk Cahu, Pulang Pisau, Pangkalan Bun, Palangka Raya, Nanga Bulik, Muara Teweh, Kuala Kurun, Kuala Kapuas, Kasongan dan Buntok, hanya Kuala Pembuang yang diprediksi berawan.

“Awan Cumulonimbus yang berpotensi hujan sedang hingga lebat dan menimbulkan angin kencang serta menyebabkan tingginya gelombang di wilayah pesisir dan perairan selatan Kalteng, perlu diwaspadai,” ujarnya.

Awan Cumulonimbus merupakan awan yang tebal dan padat dengan perkembangan vertikal yang cukup besar. Pada bagian atasnya biasanya halus atau berserabut dan terdiri dari kristal es yang berserakan atau beralur hampir selalu merata yang membentang dan membentuk sebuah landasan.

Dia menerangkan, awan konvektif disebabkan oleh pemanasan permukaan oleh matahari. Kondisi atmosfer yang memungkinkan terbentuknya awan Cumulonimbus yaitu adanya udara lembap dalam lapisan yang tebal sekitar tiga kilometer atau lebih, perawanan pada pagi hari sedikit, dan atmosfer tidak stabil secara konvektif.

Ciri khas dari awan Cumulonimbus, yaitu adanya badai guntur (thunderstorm) salah satu fenomena yang dapat mengakibatkan kerusakan pada pesawat yang sedang terbang. Thunderstorm adalah pelepasan muatan listrik yang mendadak ditandai dengan adanya kilat dan guntur.

Dalam dunia penerbangan, thunderstorm sangat besar pengaruhnya baik pada saat pesawat mengudara maupun pada saat mendarat. Bencana yang menyertai thunderstorm, antara lain, turbulensi, hail, kilat, variasi tekanan udara, microburst, icin dan lain-lain. (nue/uni/iha/CTK)

You Might Also Like