ILUSTRASI/NET


MUARA TEWEH-Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) akan menggelar sidang terkait laporan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Barito Utara, H Malik Muliawan. Agenda sidang soal pemberhentian sementara Malik Muliawan sebagai ketua dan anggota dilaksanakan, Senin (20/3) ini.


Malik Muliawan melaporkan KPU RI ke DKPP lantaran mengeluarkan keputusan pemberhentian dirinya pada 31 Januari 2019 lalu. Kemudian Malik mengambil langkah ke DKPP dengan nomor pengaduan 028-P/L-DKPP/II/2019.


“Sudah ada panggilan sidang setelah DKPP melakukan verifikasi pengaduan,” ungkap Malik, Kamis (14/3).


Karena melihat proses pemberhentiannya kurang tepat, maka Malik Muliawan membuat pengaduan ke Polres Barito Utara. Pria kelahiran Tumpung Laung, Kecamatan Montallat itu melaporkan dugaan pidana pencemaran nama baik dan membocorkan dokumen Negara. Namun Malik tidak menyebut nama pihak yang menjadi terlapor.


Malik Muliawan diangkat menjadi komisioner KPU Batara periode 2018-2023 pada 23 Oktober 2018. Berdasarkan rapat pleno, Malik ditetapkan sebagai Ketua KPU Batara. “Setelah menjalankan tugas secara normal, tiba-tiba ada kontens di WhatsApp yang berisi kebencian terhadap saya pada 26 dan 28 Oktober 2018,” ulasnya.


Berselang beberapa bulan kemudian, tepatnya 3 Februari 2019, Malik Muliawan mendapat surat panggilan dari KPU Provinsi Kalteng. Isinya meminta Malik menghadap tanggal 4 Februari 2019. Mendapat panggilan itu, Malik Muliawan langsung berangkat ke Palangka Raya dan bertemu dengan komisioner KPU Provinsi Kalteng.


Rupanya pemanggilan itu untuk menyampaikan Keputusan KPU RI tentang pemberhentian sementara. Tapi surat tidak diserahkan ke Malik, lantaran ada kesalahan yang harus diperbaiki. Malik mendapat informasi petikan putusan sudah sampai pada 6 Februari 2019 dan baru diterima 8 Februari 2019. Dalam pentikan putusan tidak disebutkan alasan pemberhentian.


“Petikan putusan sempat nyasar dan dipegang sekretaris KPU dari kabupaten lain. Bahkan ada anggota dewan Kabupaten Batara yang sudah menerima copi Keputusan KPU RI tentang pemberhentian saya. Padahal saya sendiri belum menerima,” papar Malik.


Setelah menerima petikan putusan, ternyata berbeda dengan Keputusan KPU RI yang tersebar melalui sosial media. Malik membeberkan ada mantan komisioner KPU Batara yang ingin menjatuhkan dirinya. Dia memohon agar Polres Barito Utara mengusut tuntas pengaduannya.


Ketika dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Barito Utara, AKP Samsul Bahri SIK membenarkan adanya laporan dari Malik Muliawan. "Sudah masuk, tapi rencana mau diambil alih Polda Kalteng," terangnya. (cah)

 

You Might Also Like