Ilustrasi


KEMENTERIAN Kehakiman Italia telah memerintahkan penyelidikan awal terhadap putusan pengadilan banding yang membatalkan putusan pemerkosaan dengan alasan perempuan yang jadi korban terlalu jelek untuk menjadi korban pemerkosaan.

Dilansir The Star pada Rabu (13/3), putusan itu memicu kemarahan di Italia, memicu massa yang berunjuk rasa pada Senin di luar Pengadilan Ancona, tempat para pemrotes meneriakkan, "Malu!" Dan mengangkat tanda yang bertuliskan, "kemarahan."

Dua pria Peru pada awalnya dihukum karena pemerkosaan pada 2015 terhadap seorang perempuan Peru di Ancona. Namun pengadilan banding Italia membatalkan putusan dan membebaskan mereka. Dalam bagian dari putusan itu, pengadilan mencatat bahwa para tersangka menganggapnya tidak menarik dan terlalu maskulin untuk menjadi korban pemerkosaan.

Pengacara korban, Cinzia Molinaro mengatakan, permohonan bandingnya memperdebatkan sejumlah masalah prosedural dengan putusan pembebasan tetapi mengatakan ia juga mengutip ketidakterterimaan mutlak dari referensi pengadilan Italia terhadap penampilan fisik korban.

Molinaro menyebut, perempuan yang jadi korban tersebut menderita trauma genital dalam perkosaan sehingga dia perlu dijahit.

Kementerian Kehakiman mengatakan, pihaknya sedang melakukan investigasi soal masalah tersebut. Molinaro mengatakan, Kementerian Kehakiman dapat mengirim penyelidik ke pengadilan untuk memeriksa apakah ada masalah atau kelalaian dalam hukuman, bahkan ketika kasus tersebut masih dalam proses banding.

Kasus ini adalah kasus kedua yang memicu kecaman dalam beberapa pekan terakhir di Italia, di mana kasus-kasus kekerasan seksual dan pembunuhan perempuan secara rutin menjadi berita utama. (JPC/KPC)

You Might Also Like