Wakil Bupati Lamandau Riko Porwanto saat memberi sambutan kegiatan Expose, laporan akhir penyusunan perencanaan teknis manajemen persampahan (PTMP) Kabupaten Lamandau, dan laporan hasil kaji banding pengelolaan persampahan di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur, di Aula Bappeda Lamandau, Rabu (13/3).( CHOIRUL FUADI/ KALTENG POS)


NANGA BULIK - Pola pengangkutan sampah di Lamandau masih menggunakan pola konvensional yakni kumpul-angkut-buang. Padahal, berdasarkan UU no 18 tahun 2008, paradigma pengelolaan sampah secara konvensional harus diubah.

"Pengangkutan sampah dari sumber sampah (kawasan perumahan, perkantoran, komersial, industri, dan lain-lain) merupakan cara konvensional yang sampai saat ini masih mendominasi pola penanganan sampah di Indonesia tidak terkecuali di Kabupaten Lamandau," ujar Wakil Bupati Lamandau Riko Porwanto saat memberi sambutan kegiatan Expose, aporan akhir penyusunan perencanaan teknis manajemen persampahan (PTMP) Kabupaten Lamandau, dan Laporan hasil kaji banding pengelolaan persampahan di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur, di Aula Bappeda Lamandau, Rabu (13/3).

Menurutnya, berdasarkan Undang-Undang yang ada, pola pengelolaan sampah harus diubah menjadi pemanfaatan sampah sejak dari sumbernya. Yakni menjalankan fungsi 3R (Reuse, Reduce dan Recycle). Sehingga, volume sampah yang dibuang ke TPA berkurang.

"Namun sesuai dengan undang-undang nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah dan kebijakan dan strategi nasional pengembangan persampahan, paradigma pengelolaan sampah tidak lagi mengandalkan pola kumpul-angkut-buang tetapi beralih ke pemanfaatan sampah sejak dari sumbernya sehingga volume sampah yang dibuang ke TPA sudah sangat berkurang," tambahnya.

UU tersebut bertujuan agar pengelolaan sampah ini dapat memberi manfaat secara ekonomi dan masyarakat, serta lingkungan.

"Agar pengelolaan ini dapat memberikan manfaat secara ekonomi (sampah sebagai sumber daya), sehat bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan serta dapat mengubah perilaku masyarakat," terangnya.

Juga, diuraikan Riko, dengan adanya paradigma baru dalam pengelolaan sampah, akan mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh sampah terhadap kesehatan dan lingkungan.

"Agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara proporsional, efektif dan efisien," pungkasnya. (*cho/abe/iha/CTK)

Loading...

You Might Also Like