ILUSTRASI/NET


BUNTOK–Masih ditemukan fakta di lapangan, banyak pasangan suami istri yang sudah menikah tetapi tidak memiliki buku nikah. Hal ini menjadi masalah tersendiri bagi pasangan itu, ataupun bagi pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Barito Selatan (Barsel).


Mereka (pasangan, red) mengalami kesulitan untuk mengurus administrasi kependudukan seperti akta kelahiran dan juga kartu keluarga.


“Jika mereka tidak bisa melampirkan buku nikah, maka perkawinan mereka tidak diakui oleh negara, hanya diakui di mata agama saja. Jadi, muncullah kalimat perkawinan belum tercatat, karena buku nikahnya tidak ada,” jelas Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil, Adenan, Kamis (14/3).


“Kebanyakan yang tidak mengurus buku nikah adalah warga kurang mampu, alasannya tentu saja tidak ada dana untuk mengurus akta nikah. Di samping pula adanya keterbatasan tidak bisa membaca dan menulis,” ujar Adenan.


Ia kembali menjelaskan, untuk data sementara dari tahun 2014 dan juga menurut laporan dari penghulu desa, terdapat sekitar 3.500 pasangan yang tidak memiliki buku nikah. Itu pun masih ada sebagian lagi yang tidak melaporkan.


“Setelah kami cek di server SIAK, ternyata sekitar 50 persen masyarakat Barsel yang tidak mengantongi buku nikah, berarti ada kemungkinan lebih dari jumlah 3.500 pasangan itu,” ungkapnya.


Sementara itu, diutarakan Kepala Disdukcapil Barsel Nyamei Tumbai pihaknya akan menggelar isbat nikah. Ini menjadi wadah bagi pasangan suami istri yang tidak mempunyai buku nikah untuk bisa memerolehnya. Pelaksanaan isbat nikah di Kabupaten Barsel untuk tahun ini digelar di dua titik lokasi, yaitu Desa Batampang dan Kelurahan Pendang.


Adapun untuk Desa Batampang telah dilakukan verifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Barsel pada 27 sampai 28 Februari 2019, dengan jumlah calon peserta 32 pasang. “Untuk Desa Batampang pelaksanaan isbat nikahnya pada 22 April 2019,” kata Kepala Disdukcapil Barsel Nyamei Tumbai Kepada Kalteng Pos, Kamis (14/3).


Untuk  verifikasi selanjutnya, kata Nyamei Tumbai,  dilaksanakan di Kelurahan Pendang yang mana peserta isbat nikahnya berjumlah 22 pasang, dan waktu pelaksanaan isbat digelar pada 18 Maret 2019. Sementara menambahkan, bahwa program isbat nikah ini akan dilakukan secara berkesinambungan.


Untuk diketahui, yang sudah dituntaskan hingga tahun ini, tercatat sekitar 800 pasangan yang sudah mempunyai buku nikah melewati sidang isbat. Mengingat masih terbatasnya anggaran, yang juga melibatkan pihak lain seperti Pengadilan Agama dalam pelaksanaan isbat nikah, sehingga dituntaskan sedikit demi sedikit. (ner/ila)

Loading...

You Might Also Like