Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin saat mengikuti kegiatan pelepasan TIM Antang Polda di Kecamatan Pahandut, kemarin. (DENAR/KALTENG POS)


PALANGKA RAYA - Polda Kalteng mengutus ratusan personelnya, untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik dan persoalan yang dialami masyarakat. Mengenai hal ini, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengharapkan, ratusan pasukan TNI/Polri yang diberi nama pasukan ancaman tantangan gangguan (Antang), yang dilepaskan di Kecamatan Pahandut, Kamis (14/3), bisa mendeteksi gejolak kerawanan secara dini.

“Kegiatan hari ini (kemarin, red) adalah bentuk pencegahan permasalahan yang dapat menimbulkan gejolak di masa mendatang,” ujarnya, ketika menghadiri kegiatan tersebut.

Menurutnya, deteksi dini menjadi langkah awal dalam hal pencegahan kerawanan keamanan. Hal ini,  menjadi program prioritas Pemeritah pusat untuk dilakukan oleh seluruh daerah. Selain itu, ke depan pihaknya akan mengevaluasi kinerja dari setiap perangkat daerah yang berkaitan dengan bidang keamanan.

“Kegiatan ini positif dan bermanfaat serta lebih memperhatikan masyarakat, sehingga kegiatan ini akan terus berlanjut,”ucapnya.

Sejauh ini, ungkap Fairid, keamanan di Kota Palangka Raya cukup kondusif aman terkendali. Namun tak salah, jika selalu mengedepankan pencegahan.  Agar tak ada kecolongan merugikan masyarakat kota cantik.

Saat ditanya, mengenai kemungkinan Satpol PP dilibatkan dalam deteksi keamanan. Fairid mengatakan, kemungkinan dilibatkan. Namun saat ini pihaknya tengah sibuk terlibat dalam pengamanan pileg dan pilpres.

“Dengan ada rekrutan linmas, itu juga menjadi salah satu bentuk tindakan pencegahan keamanan wilayah dan saat pemilu nanti,” terangnya.

Sementara itu, Kapolda Kalteng, Irjen Pol Anang Revandoko, melalui Kepala Diskrimsus Kombes Pol, Adex, mengatakan, acara pelepasan personel TNI Polri di depan Kantor Camat Pahandut ini, dalam rangka mewujudkan kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Sebagaimana program pak Kapolda, maka hari ini ratusan personel TNI Polri kami turunkan untuk berbaur dan hadir bersama masyarakat. Hari ini di wilayah kecamatan Pahandut, ke depan mungkin di wilayah Polres lain di daerah,” ujarnya.

Ratusan pasukan Antang ini, jelasnya, wajib untuk mengunjungi ribuan kepala keluarga untuk mendeteksi berbagai persoalan yang dialami oleh masyarakat. Mereka wajib mendatangi 7 sampai 10 rumah dan melakukan deteksi dini terhadap sejumlah persoalan yang dialami masyarakat.

“Kalau 7 dikalikan 120, maka dalam seminggu bisa ada ribuan rumah warga yang dikunjungi,” ujarnya.

Hasil dari aneka persoalan yang diperoleh dari masyarakat, tambah dia, akan dilakukan kajian bersama dengan sejumlah pihak terkait, untuk diselesaikan secara bersama-sama.

Sementara itu, Kapolres Palangka Raya, AKBP Timbul R K Siregar, yang melepaskan pasukan Antang tersebut mengatakan, pasukan Antang yang diterjunkan ke wilayah Pahandut bukan tanpa alasan. Hal tersebut berdasarkan hasil dari inteligen.

Menurutnya, tim Antang memiliki fungsi untuk membaca kondisi yang terjadi di masyarakat.  Tim Antang ini juga akan mencari solusi pemecahan masalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, sekecil apapun itu harus tahu dan cepat melakukan tindakan penanganan.

"Tim Antang ini masuk di enam kelurahan di wilayah Kecamatan Pahandut, yang memiliki penduduk sekitar 86.000 lebih," ucapnya. (ari/old/aza/iha/CTK)

 

 

You Might Also Like