Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalteng, Falery Tuwan


PALANGKA RAYA – Sebagai upaya pemantapan prestasi olahraga Kalteng jelang pelaksanaan pra-PON, Gubenur Kalteng H Sugianto Sabran menunjuk satuan pelaksana (satlak) pra kualifikasi PON kontingan Kalteng tahun 2019.

“Ini untuk menunjang kegiatan pra-PON bagi 36 cabor, maka dipandang perlu untuk membentuk satuan pelaksana,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalteng Falery Tuwan di ruang kerjanya, Kamis (14/3).

Dia menjelaskan latar belakang penunjukan satlak prakualifikasi PON adalah mempersiapkan Kalteng menuju PON agar membina atlet dengan terarah, terukur dengan tujuan yaitu meningkatkan prestasi.

“Jadi ini harus benar-benar direncanakan dari segi penggunaan dana, metode latihan yang harus dipahami oleh masing-masing cabor dan sejumlah hal lainnya,” ungkap Falery.

Upaya ini juga untuk pempersiapkan kontingan Kalteng terkait dengan jumlah cabor yang akan lolos dan tampil di PON.

“Kita tentu orientasinya adalah prestasi. Tidak berorientasi pada jumlah cabor yang banyak tetapi tidak memiliki potensi. Biar cabornya sedikit tetapi potensi medalinya banyak,” ujar Falery yang ditunjuk sebagai Ketua Satlak, didampingi Wakil Ketua I Bidang Administrasi Satlak Barlen.

Selain itu, sebagai tindaklanjut dari Sk gubernur, pihaknya kemudian mengadakan rapat awal dari satuan pelaksana Pra-PON 2019 yang langsung diperintahkan dan diberi SK oleh Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran.

Dikatakannya, banyak hal yang dibahas pada rapat tersebut terkait persiapan dan konsep-konsep keolahragaan menuju PON di Papua tahun 2020 mendatang dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Dispora, KONI, akademisi, kesehatan, cabor dan juga praktisi olahraga.

“Kami sudah membicarakan langkah-langkah awal, apa yang harus disegerakan untuk mengejar beberapa cabor yang akan melaksanakan Pra-PON. Contoh cabor dayung yang pada bulan Juni akan berjalan,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya perlu melakukan persiapan dengan waktu yang sudah sangat singkat. Pihaknya segera mengundang seluruh cabor untuk melakukan verifikasi atlet dan juga nomor yang akan dilombakan.

“Usulan mereka sudah ada di tangan kita, sehingga perlu dilakukan verifikasi untuk mengetahui atlet dalam kondisi sehat jasmani rohani dan kondisi lainnya,” tambah Falery.

Untuk pengurus satiap cabang olahraga untuk dapat menyajikan data-data yang benar. Jangan sampai dibuat-buat, karena hal ini merupakan bentuk pertanggungjawaban berlapis nanti. Proses verifikasi akan diselesaikan minggu depan.

“Kecuali ada satu dua poin yang belum selesai, misalnya tempat pelaksanaan pra-PON yang belum selesai dan belum ditetapkan. Tetapi nomor yang dilombakan sudah ada SK oleh KONI Pusat. Setelah itu kami mendapatkan kontingan Kalteng untuk mengikuti pra-PON, diajukan kepada gubernur untuk mendapatkan arahan secara umum dalam bentuk launching kontingen pra-PON Kalteng yang terdiri dari 700 lebih atlet dan official pelatih,” urianya.(nue/uni/ctk/nto)

You Might Also Like