Ilustrasi. Selaput dara masih dipercaya sebagai indikator keperawanan seseorang. (Bustle)


Ketika bicara keperawanan, biasanya pandangan masyarakat akan langsung tertuju pada selaput dara. Yup, selama ini selaput dara masih dipercaya sebagai indikator keperawanan. Sebab, selaput dara dikatakan akan robek dan berdarah ketika seseorang baru pertama kali berhubungan badan.


Tapi, apakah selaput dara cukup untuk mengetahui seseorang masih perawan atau tidak? Dan apakah selaput dara selalu berdarah saat berhubungan badan pertama kali?


Dokter Spesialis Ginekolog, dr. Riyana Kadarsari, Sp.OG, menerangkan selaput dara atau dikenal sebagai hymen adalah jaringan mukosa yang tipis mengelilingi seluruh atau sebagian liang vagina luar. Bahkan, dilansir dari Daily Hunt, Sabtu (9/3), selaput dara memiliki bentuk yang bervariasi. Seperti bentuk setengah bulan, yang paling umum dimiliki perempuan.


"Hymen ini tidak memiliki fungsi yang spesifik," kata dr. Riyana Kadarsari, Sp.OG, ketika dihubungi oleh JawaPos.com, beberapa waktu lalu.


Selaput dara, ungkap dr. Riyana, memang dapat robek pada pertama kali hubungan seksual. Bahkan bisa mengeluarkan darah atau rasa tidak nyaman. Tapi yang perlu diingat, hymen bisa juga robek karena hal lainnya bukan karena hubungan badan saja. Seperti penyakit atau aktivitas fisik yang berat.


Sehingga, jika menentukan fisik apakah seseorang masih perawan atau tidak berdasarkan selaput dara, itu sulit. "Misalkan apakah orang yang melakukan oral seks misalnya, dianggap masih perawan? atau seorang anak yang pernah jatuh dari sepeda sehingga selaput daranya rusak dianggap tidak perawan?" lanjut dr. Riyana.


Terlebih, berdasarkan kamus bahasa Indonesia, arti dari keperawanan adalah seseorang yang belum pernah berhubungan seksual. Sehingga jika selaput dara orang tersebut tak utuh namun belum pernah berhubungan seksual bukan berarti orang tersebut tidak perawan.


"Untuk alasan ini (keperawanan), utuhnya hymen belum menjadi indikator yang kuat dari status keperawanan," tukasnya.


Hal ini diperkuat oleh Dokter Spesialis Ginekolog, dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp.OG. Ia mengungkapkan kalau selaput dara bisa saja tidak robek karena sifatnya yang sangat elastis. Ada perempuan yang sudah berhubungan seksual bertahun-tahun namun selaput daranya masih utuh.


"Itu (selaput dara tak robek) bisa saja terjadi karena tebal dan elastis. Berdarah (bisa terjadi) karena biasanya jaringannya tipis dan saat berhubungan pertama kali agak tegang jadinya muncul pendarahan," ujar dr. Ni Komang saat ditemui JawaPos.com di RSPI Puri Indah, Jakarta Barat, Rabu (6/3).(nur/inr/jpc)

You Might Also Like