Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Algrin Gasan (kemeja oranye) bersama masyarakat Desa Lamunti, belum lama ini. (DEWAN FOR KALTENG POS)


Aktivitas perusahaan PT Graha Inti Jaya (GIJ) dan PT Lifere Agro Kapuas (LAK) di Kabupaten Kapuas, dipertanyakan publik. Pemerintah diminta mengambil sikap, karena kedua perusahaan tersebut dianggap menggarap lahan di luar izin.

 

APRIANDO, Kuala Kapuas

=================--==

HASIL reses perorangan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas, Algrin Gasan, menyerap aspirasi masyarakat di Desa Lamunti, Kecamatan Mantangai. Banyak aduan masyarakat terkait kedua perusahaan tersebut menyerobot lahan masyarakat, tanpa adanya ganti rugi.

“Kedua perusahaan ini bermasalah dengan desa, berdasarkan hasil reses saya kemarin, PT GIJ diskriminatif atau tidak adil karena tidak mengakomodir warga Desa Lamunti agar bisa menjadi Humas, kemudian juga menyerobot lahan masyarakat,” katanya, Minggu (10/3).

Politikus Golkar tersebut menerangkan, aspirasi masyarakat tersebut dituangkan dalam forum diskusi, dimana penyerobotan lahan tersebut dilakukan oleh PT GIJ tepatnya di Desa Teluk Hiri, tanpa adanya pertanggungjawaban sama sekali terhadap masyarakat, ataupun ganti rugi lahan yang telah diserobot.

Selain itu, PT LAK juga dituding melakukan hal yang sama, di Desa Teluk Hiri, dengan penyerobotan Lahan tanpa pertanggungjawaban, dan ganti rugi.

Ternyata, tidak hanya satu masalah saja, PT LAK ini juga mempunyai banyak masalah dengan masyarakat di pedesaan lain, salah satunya aspirasi yang diserap juga masalah terkait penyerobotan lahan masyarakat Desa Manusup Hilir, tanpa kesepakatan langsung dilakukan penggarapan.

Lebih jauh, wakil rakyat Dapil III tersebut menambahkan, PT LAK ini juga bermasalah dengan Desa Sei Dusun dan Penda Katapi, masyarakat tidak bisa membuat sertifikat lahan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kapuas, dengan alasan lahan mereka sudah masuk Hak Guna Usaha (HGU) PT LAK, padahal lahan masyarakat berupa kebun dan lainnya sudah dimiliki turun temurun.

“Tapi anehnya mengapa bisa masuk ke dalam HGU PT LAK? Itu lahan masyarakat yang sudah turun temurun dari nenek moyang dahulu,” ungkapnya sembari bertanya-tanya.

Untuk itu, sebagai wakil rakyat mewakili masyarakat setempat, meminta lahan yang diserobot tersebut dikembalikan kepada masyarakat dan perusahaan bertanggung jawab sepenuhnya atas kerugian masyarakat.

"Saya harapkan ini menjadi perhatian bukan hanya saya tapi semua pihak, karena menyengsarakan masyarakat yang ada di sana. Pihak perusahaan harus segera bertanggung jawab, PT GIJ dan PT LAK harus segera menyelesaikan dengan lima desa dia antaranya Desa Lamunti, Teluk Hiri, Manusup, Sei Dusun, dan Penda Katapi,” tegasnya. (*/abe)

You Might Also Like