Semakin banyak orang yang tertarik untuk menjalani pola makan vegetarian, baik untuk alasan kesehatan, agama, atau perlindungan terhadap hewan. Dari sisi medis, gaya hidup vegetarian memang merupakan salah satu yang patut dipertimbangkan, karena banyak manfaaat yang bisa didapatkan. Namun, di sisi lain, gaya hidup vegetarian juga bisa mendatangkan sederet dampak bahaya jika tidak dilakukan dengan cara yang tepat.

  • Keuntungan vegetarian

Dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi segala jenis makanan, para vegetarian cenderung mengonsumsi lemak dan kolesterol yang lebih rendah. Selain itu, mereka juga mendapatkan asupan vitamin, asam folat, kalium, dan magnesium yang lebih tinggi. Hal ini tentu bermanfaat pada kesehatan.

Secara spesifik, berikut ini adalah beberapa manfaat vegetarian:

Risiko penyakit jantung lebih rendah

Sebuah studi bernama Oxford cohort of the European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC-Oxford) yang melibatkan 65.000 orang dewasa menunjukkan bahwa gaya hidup vegetarian mampu menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung koroner sebesar 20%.

Supaya manfaat tersebut lebih optimal, para vegetarian sangat dianjurkan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti oats, gandum, roti gandum.

Menurunkan risiko kanker usus besar

Telah diketahui bahwa risiko kanker usus besar meningkat jika seseorang banyak mengonsumsi daging merah. Maka dari itu, dengan menyingkirkan daging dari menu makan sehari-hari, risiko kanker usus besar bisa sangat menurun.

Lebih lanjut, para vegetarian umumnya mengonsumsi buah dan sayur dalam jumlah lebih banyak. Serat dan antioksidan dari buah dan sayur tersebut mampu melindungi tubuh ancaman kanker usus besar.

Menurunkan risiko diabetes

Mengonsumsi makanan berbasis tanaman atau sayur terbukti mampu menurunkan risiko terjadinya diabetes mellitus. Studi menemukan, menjalani pola makan total vegetarian mampu menurunkan risiko diabetes hingga 25%.

  • Kerugian vegetarian

Daging merupakan sumber protein, zat besi, dan vitamin B12 yang tinggi. Tidak mengonsumsi daging membuat seseorang lebih rentan mengalami kekurangan protein, zat besi, dan vitamin B12.

Tak berhenti di situ, kekurangan zat besi dan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia dan gangguan saraf. Oleh karena itu, orang yang menjalani gaya hidup vegetarian harus memperhatikan asupan zat besi dan B12 dengan saksama.

Memang, zat besi juga bisa didapatkan dari sayuran hijau. Akan tetapi, seseorang harus mengonsumsinya dalam jumlah besar untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, vitamin B12 tak bisa banyak didapat dari sayuran, tetapi bisa didapat dari oats atau tempe. Namun demikian, asupan vitamin B12 dari oats atau tempe terkadang tak mampu mencukupi kebutuhan vitamin B12 sehari-hari.

Pada kaum vegetarian yang tidak mengonsumsi susu dan telur, kebutuhan kalsium dan vitamin D juga terancam kurang. Padahal, kedua zat gizi tersebut sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan tulang.

Sejatinya, menjadi seorang vegetarian adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan. Namun, gaya hidup tersebut juga bisa menjadi bumerang dan mengundang beragam efek berbahaya, khususnya jika tidak dilakukan dengan tepat.

Atas dasar itu, sebelum menjalaninya, lebih baik Anda berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter atau ahli gizi mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan gaya hidup vegetarian. Selain itu, diskusikan pula mengenai perlu atau tidaknya mengonsumsi jenis suplemen tertentu, berapa dosisnya, dan lain sebagainya. Jangan asal menjalani gaya hidup vegetarian tanpa adanya dasar pengetahuan tentang pola makan yang satu ini.(NB/ RVS/klikdokter)

You Might Also Like