BERBAGI CERITA: Dua wanita yang asyik berbincang sembari menikmati sore di bawah Jembatan Kahayan, Jumat (8/2).


PADA 8 Maret diperingati sebagai Hari Wanita Internasional. Wanita di seluruh dunia pun menyambut hari spesial ini dengan berbagai cara. Baik melalui kegiatan maupun memaknainya lebih dalam di kehidupan sehari-hari.

Saat ini, keberadaan wanita pun sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Buktinya, di Bumi Tambun Bungai (julukan bagi Provinsi Kalimantan Tengah) banyak wanita yang mampu menunjukkan diri duduk di berbagai jabatan di pemerintahan ataupun swasta.

Kali ini, dua wanita yang cukup dikenal di Kalteng sempat berbincang dengan Kalteng Pos. Terlebih berbincang mengenai hari spesial tersebut di mata mereka. (ila/)

Mampu Berbuat Banyak

Bupati Kotawaringin Barat

Hj Nurhidayah

 

Orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) ini menunjukkan kemampuannya untuk memimpin Bumi Marunting Batu Aji sejak 22 Mei 2017. Ia pun menjadi bupati perempuan pertama di Kalteng. Untuk berada di jabatan itu ia sudah melalui karirnya sebagai wakil ketua DPRD Kobar.

Kepada Kalteng Pos, wanita kelahiran Kuala Kapuas, 25 Maret 2975 ini mengatakan kaum wanita ujarnya, harus bisa memposisikan diri dan harus mandiri. “Jadi, seorang wanita itu jangan dianggap lemah karena wanita itu mampu berbuat banyak dalam segala bidang,” katanya.

Secara khusus, ia mendorong semangat wanita Kalteng untuk gerakan potensi yang ada di dalam diri. Seorang wanita, katanya, harus semangat apalagi sekarang di era keterbukaan dan persamaan hak antar kaum pria sudah dilindungi undang-undang.

Saat ditanya, apakah wanita sudah mampu untuk terlibat dalam pembangunan, ia menyebut pastinya, kerena kaum perempuan itu bisa menjadi apapun dalam posisi apapun. “Karena wanita itu banyak kelebihannya.

Banyak hal dari kaum perempuan itu yang tidak semua dimiliki oleh kaum pria, terutama wanita bisa menjalankan tugas secara bersamaan sekaligus. “Mulai dari menjalankan pekerjaan rumah tangga, menjadi seorang ibu, dan juga melakukan pekerjaan pekerjaan mencari nafkah,” tutup Nurhidayah. (lan/ila)

Sejajarkan Diri, Tanpa Meninggalkan Kodrat

Wali Kota Palangka Raya

Umi Mastikah

 

WANITA yang sebelum menjabat sebagai wakil wali kota Palangka Raya ini, sempat berkecimpung di dunia politik karena dipercaya sebagai anggota DPRD Palangka Raya. Kepada Kalteng Pos, ia mengharapkan wanita yang ada di Kalteng, khususnya Kota Cantik bisa menjadi yang lebih mampu mensejajarkan diri, tanpa meninggalkan kodrat.

“Saya berharap khususnya wanita-wanita seluruh Kota Palangka Raya silakan mengambil peran apa-apa yang bisa dilakukan untuk memberikan manfaat, tidak hanya bagi diri sendiri dan keluarga namun untuk masyarakat di sekitar,” tegasnya, Jumat (8/2).

Umi mengatakan, apapun peran atau profesi agar dapat dilakukan secara ikhlas dan semangat sehingga wanita menjadi mahluk yang memang dapat diperhitungkan dan tidak ada lagi perbedaann gender.

“Jadi kita wanita patut diperhitungkan secara profesional terlepas dari masalah kodrat tadi. namun dengan kesetaraan itu kaum wanita harus kuat dan mampu setara dengan laki-laki,” ujarnya.

Kemampuan dan kesetaraan serta peran penting wanita dalam pembangunan Kota Cantik ini diakuinya sudah cukup baik. Terbukti banyak wanita yang memiliki latar belakang profesi kuat dalam pembangunan.

“Terutama yang saya lihat adalah wanita-wanita secara politis, wanita lebih banyak perhatian dan kaum wanita dirasa mampu untuk melakukan pendekatan-pendekatan ke masyarakat mengenai hal ikut andil dalam pembangunan,” terang Umi. (ari/ila)

 

You Might Also Like