DAMAR/KALTENG POS


LIGHT trails alias jejak lampu adalah foto dengan obyek utama lampu-lampu yang terlihat mengekor panjang mengikuti bentuk lurus, berputar, ataupun variasi lain. Foto jejak lampu lumayan populer sebagai bentuk eksperimen bagi hobi fotografi.

Dalam LENSA kali ini, saya akan membahas foto light trails. Secara prinsip, foto jejak lampu dihasilkan dengan kamera merekam pergerakan lampu-lampu pada jalan raya ataupun taman gemerlap lampu-lampu di taman bermain saat malam hari. Karena durasi pengambilan foto cukup lama (beberapa detik), maka pergerakan dari lampu-lampu tersebut muncul sebagai garis cahaya yang menyusuri.

Untuk memotret light trails kalian membutuhkan kamera DSLR, mirrorless atau Smartphone  dengan fitur kontrol manual, di mana kalian bisa mengatur speed (kecepatan), bukaan aperture, dan ISO.

Dalam mengambil foto light trails ini kalian wajib memakai tripod, kecuali kalian rela jika lampu-lampu yang dihasilkan nantinya kelihatan tidak lurus.(mar/ram)

 

Setingan yang saya pakai dalam memoto light trails ini adalah:

  • Atur shutter speed lebih lama dari 10 detik sampai 30 detik. Kalian dapat bereksperimen dengan shutter speed kalian masing-masing, sesuaikan sampai kalian puas dengan penampakan dari light trails yang dihasilkan, karena foto bisa bervariasi tergantung kecepatan jejak lampu.
  • Tidak perlu pergunakan flash, karena shutter speed yang digunakan sudah rendah sehingga menangkap cahaya masuk lebih banya serta gunakan ISO yang diganakan rendah.
  • Perhatikan komposisi foto kalian. Teknik bisa saja oke, namun komposisi wajib diperhatikan. Carilah angle sehingga bentuk lampu-lampu terlihat menarik.
  • Untuk mengambil foto seperti ini, gunakan manual fokus atau tetapkan titik fokus di posisi terjauh.
  • Kalau terjadi overexposure (foto terlalu terang) turunkan nilai aperturenya, contoh: dari f/5 sampai dengan f/16).

Oke sampai disini dulu, selamat mencoba pahari LENSA.

You Might Also Like