Ilustrasi.NET


Rasanya tidak pas jika melalui pagi hari tanpa mengonsumsi kopi. Apalagi jika kopi tersebut ditambahkan susu dan gula, ada kenikmatan tersendiri ketika menyesapnya. Tapi tahukah bahwa menambahkan susu dan gula justru memperburuk kulit Anda terutama bagi yang memiliki jerawat?

Dilansir dari She Finds, Kamis (22/11), susu skim bukanlah solusi dari permasalahan ini. Karena menggantikan susu biasa dengan susu skim tetaplah mitos untuk membuat kulit lebih baik. Pilihan susu rendah kalori sebenarnya sangat tinggi dalam gula, yang berkontribusi untuk menyumbat pori.

"Susu skim sebenarnya memiliki lebih banyak gula di dalamnya daripada susu murni, meningkatnya gula menyebabkan indeks glikemik yang lebih tinggi," kata Dermatolog dr. Avnee Shah, M. D.

Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang sering mengonsumsi gula tambahan cenderung menimbulkan jerawat. Satu studi menemukan bahwa konsumen gula yang ditambahkan secara teratur berisiko 30 persen lebih besar untuk berjerawat.

Solusinya mau tidak mau menghindari susu baik susu sapi ataupun susu skim. "Susu sapi mungkin mengandung hormon yang juga dapat berkontribusi pada jerawat dan peradangan," jelasnya.

Dokter Shah menekankan bahwa kulit bersih dan mulus tidak akan terjadi dalam semalam, sebab hasilnya akan mulai terlihat setelah sebulan tanpa susu.

"Dibutuhkan sekitar dua hingga tiga minggu untuk melihat perbaikan pada kulit setelah Anda menghilangkan produk susu dari rutinitas makanan Anda dan memungkinkan tubuh lebih terdetoksifikasi," katanya. (ce1/Inr/JPC/iha/KPG/CTK)

Loading...

You Might Also Like