Ahmad Fauzi


BUNTOK–Pemberantasan pungutan liar (pungli) ditargetkan untuk semua lini, tanpa ada pengecualian. Sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, yang menginginkan Indonesia tercinta ini, dari perkotaan hingga pelosok desa harus bebas dari pungli.

Termasuk pula di dunia pendidikan. Terlebih pendidikan memang wajib diperoleh oleh semua anak bangsa. Anggota Komisi III DPRD Barsel Ahmad Fauzi kepada Kalteng Pos, Rabu (20/2), mengatakan, tanpa adanya pungli, dunia pendidikan pasti mampu menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas.

"Kita harus memberikan pendidikan yang bermutu bagi anak-anak yang ada di sekolah. Tentunya tanpa ada unsur yang mengarah pada pungli," ucapnya.

Mengingat pula, sambungnya, sekolah merupakan wadah menimba ilmu pengetahuan bagi generasi, tanpa pandang status dan usia. Dirinya pun meyakini tenaga pendidik yang ada di Barsel telah bekerja dengan profesional.

"Jangan coreng dunia pendidikan dengan yang namanya pungli. Saya yakin sekolah-sekolah dan guru-guru di Barsel ini bekerja secara profesional," tandasnya.

Masih kata politisi PKS Barsel itu, sejauh ini menurut hasil pengamatan pihaknya, sekolah di Barsel tidak ada yang melakukan pungli. Pun ada, tentu masuk laporannya ke Pemkab Barsel melalui Dinas Pendidikan (Disdik).

"Pastinya komisi III yang membidangi pendidikan di daerah itu, selalu mengingatkan, agar jangan sampai ada tindakan pungli apalagi di lingkungan pendidikan di daerah berjuluk Dahani Dahanai Tuntung Tulu ini,”ucapnya. (ner/ila)

You Might Also Like