SIDANG DUGAAN KASUS SUAP ANGGOTA DPRD KALTENG

Anggota Komisi B Bingung Ada LPJ Kunjungan ke Dua Perusahaan

 Kamis, Tanggal 24-01-2019, jam 12:43:17
Enam orang saksi dihadirkan dalam sidang lanjutan di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (23/1). (foto: net)

JAKARTA - Sebanyak enam orang anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) bersaksi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu (23/1). Mereka bersaksi untuk tiga terdakwa yang merupakan petinggi perusahaan perkebunan sawit milik Sinarmas.

Anggota Komisi B DPRD Kalteng, Totok Sugiharto mengaku melakukan kunjungan kerja ke Jakarta. Kunjungan tersebut terkait untuk mengidentifikasi sejumlah perusahaan sawit yang diduga mencemari danau Sembuluh.

Para anggota DPRD Kalteng kemudian melakukan kunjungan kerja ke dua perusahaan yakni PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) yang merupakan anak perusahaan Sinar Mas Group dan PT Agromas.

"Jadi, berkurangnya spesies ikan di situ. Selain itu juga karena itu wisata, ada perusahaan sekitar di situ, (perusahaan) sawit," kata Totok kepada jaksa KPK.

Atas dasar tersebut, sebanyak 22 orang anggota DPRD Kalteng melakukan kunjungan ke Jakarta. Namun, kunjungan ke PT Agromas tidak jadi karena belum siap.

Mendengar pernyataan Totok, jaksa merasa heran sebab terdapat surat lembar pertanggungjawaban yang mencantumkan PT Agromas. Legislator Kalteng itu pun terdiam saat jaksa memperlihatkan lembaran itu.

"Gimana ini? Anda bilang enggak ada kunjungan, tapi kok ada laporan ke Agro Indomas?" tanya jaksa.

"Itu keliru itu, Pak," jawab Totok kepada jaksa.

"Keliru yang disengaja? Ini kan ditandatangani pimpinan," tanya jaksa lagi.

"Itu salah tulis, Pak. Enggak ada Agro Indomas, tapi adanya Agromas," timpal Totok pada jaksa.

Namun, saat jaksa mempertanyakan kepada staf Sekretariat Dewan DPRD Kalteng bernama Yanson, dia menyebut lembaran itu sengaja dibuat agar dana kunjungan kerja ke Jakarta turun.

"Itu hanya laporan untuk LPJ saja," ucap Yanson.

Adapun, tiga terdakwa dalam perkara ini yakni, Edy Saputra Suradja selaku Wakil Direktur Utama PT Sinarmas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk. Edy juga menjabat Direktur/Managing Director PT Binasawit Abadi Pratama (BAP).

Kemudian, Willy Agung Adipradhana selaku Direktur Operasional Sinarmas Wilayah Kalimantan Tengah IV, V dan Gunungmas. Willy juga menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Perkebunan Sinarmas untuk wilayah Kalimantan Tengah-Utara.

Satu terdakwa lainnya yakni, Teguh Dudy Syamsuri Zaldy selaku Department Head Document and License Perkebunan Sinarmas Wilayah Kalimantan Tengah-Utara.

Ketiganya didakwa menyuap anggota Komisi B DPRD Kalteng sebesar Rp 240 juta. Menurut jaksa, pemberian itu diduga agar anggota Komisi B DPRD tidak melakukan rapat dengar pendapat terkait dugaan pencemaran limbah sawit di Danau Sembuluh, Seruyan, Kalteng, yang melibatkan PT BAP.

Atas perbuatannya, Edy, Willy dan Dudy didakwa melanggar Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 21 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1. (JPC/KPC)

Berita Terkait