ILUSTRASI. Pada masa pandemi Covid-19, kondisi baby blues makin sulit karena ibu yang usai melahirkan harus menjaga jarak dan tidak bertemu dengan keluarga hingga teman. (Parenting)


Baby blues atau depresi pascanatal usai melahirkan, adalah kondisi kegelisahan yang dialami ibu pascapersalinan. Mereka akan mengalami gangguan mood dan emosional yang muncul bersama dengan periode fase baru. Apalagi di masa pandemi Covid-19, kondisi ini makin sulit karena membuat siapapun harus lebih banyak berada di rumah saja demi menekan penularan virus Korona.

Dilansir dari Baby and Child, Minggu (12/7), kondisi ‘baby blues’ adalah bentuk yang paling parah dan akan memengaruhi 70-80 persen perempuan yang baru menjadi ibu. Sebanyak 1 dari 5 wanita akan mengalami beberapa jenis gangguan mood dan kecemasan perinatal.

Kondisi dapat memengaruhi wanita dari segala budaya, usia, dan tingkat pendapatan serta dapat muncul kapan saja selama kehamilan. Bahkan dalam 12 bulan pertama pasca kelahiran. Misalnya termasuk depresi postpartum, kecemasan postpartum, gangguan kompulsif obsesif postpartum, bipolar postpartum, dan psikosis postpartum.

Praktisi medis dari PCOS dan spesialis dukungan infertilitas di Thrive, Dubai, Pashmi Khare, M.Sc., menilai selama isolasi diri dalam pandemi, penting untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah kesehatan mental ibu. Sehingga dibutuhkan bantuan suami untuk memberikan dukungan.

“Memiliki bayi yang baru lahir dapat menimbulkan kecemasan, karena harus sigap terus menerus memenuhi kebutuhan bayi. Salah satu pilar terpenting adalah dukungan. Bisa suami atau dukungan sosial. Bantuan dari lembaga eksternal, terutama keluarga besar hingga sahabat,” katanya.

Tapi kondisi Covid-19 yang memerlukan seseorang menjaga jarak agar tak bertemu dengan keluarga besar atau sahabat, membuat ibu semakin stres. Para ibu makin merasa seperti sendiri mengatasi kesulitannya.

“Dengan krisis Covid-19, isolasi sosial pencegahan dan karantina mandiri, membuat seseorang yang menjadi ibu, kehilangan dukungan itu saat ini. Ini dapat memicu atau memperkuat keraguan diri, rasa bersalah dan seolah tidak mampu melakukan segala sesuatu, atau bahkan benci terhadap pasangan,” jelasnya.

Ketidakpastian berapa lama pandemi Covid-19 akan berakhir bisa membuat segalanya menjadi lebih buruk. Gejala Baby Blues dapat muncul seperti rasa khawatir, gelisah, rasa takut, sulit berkonsentrasi.

“Bahkan seperti terus-menerus memeriksa bayinya dan khawatir berlebihan sepanjang malam,” kata Pendiri The Positive Birth Company, Siobhan Miller.

Diperkirakan bahwa 7 dari 10 perempuan menyembunyikan atau menyepelekan gejala ini. Maka kenali gejalanya dan segera meminta bantuan kepada ahli untuk tidak membiarkan masalah ini berlarut-larut.

12

You Might Also Like