Mendikbud, Nadiem Makarim


JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim memastikan tidak ada pemotongan tunjangan guru, meski pagu anggaran pada tahun ini mengalami perubahan sebesar Rp 4,9 triliun.

Nadiem mengatakan, anggaran tunjangan profesi guru, kartu Indonesia pintar, bantuan kepada perguruan tinggi swasta, serta penyediaan sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pendidikan, tidak terimbas kebijakan pemotongan anggaran dan realokasi.

”Karena ini berhubungan dengan kesejahteraan para murid dan mahasiswa, serta kemampuan mereka untuk terus bersekolah, terus kuliah selama krisis Covid-19 ini,” ujar Nadiem dalam keterangannya Selasa (26/5).

Menurut dia, dalam kondisi krisis, tunjangan profesi guru juga masuk kategori yang sama. Tidak ada perubahan anggaran, dan pemotongan anggaran. Dia juga mengatakan, tidak ada pemotongan bantuan kepada perguruan tinggi swasta.

Perubahan anggaran Kemendikbud Tahun 2020 dari sebelumnya Rp 75,70 triliun menjadi Rp 70,72 triliun adalah sebagai dampak kebijakan pemerintah dalam realokasi dan refocussing Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2020 untuk mendukung penanganan bencana non-alam Coronavirus Disease (Covid-19).

”Kami ingin memastikan bahwa program-program prioritas bisa berjalan dengan efektif dan perubahan anggaran ini dilakukan tanpa mengurangi kualitas pendidikan di Indonesia,” terang Nadiem.

12

You Might Also Like