Kepala Lapan Thomas Djamaluddin dan keluarganya saat Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah tahun lalu (Thomas Djamaluddin for JawaPos.com)


Ramadan dan Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah tahun ini berbeda dengan biasanya. Akibat pandemi Covid-19, momen Lebaran tidak bisa dirayakan dengan sanak keluarga secara langsung di kampung halaman. Itu karena adanya anjuran tidak mudik untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Soal perjalanan mudik Lebaran Idul Fitri, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin bercerita kalau di momen-momen lebaran yang lalu, dirinya pernah menempuh perjalanan mudik Lebaran ke kampung halamannya di Cirebon dengan waktu tempuh yang tak sebentar. Bandung-Cirebon dikatakan Thomas pernah ditempuhnya dalam waktu 12 jam.

“Momen yang paling penting dan sangat berkesan saat Lebaran adalah saat mudik. Kondisi macet justru harus dinikmati dan menjadi cerita yang berkesan. Bandung-Cirebon pernah saya tempuh lebih dari 12 jam lewat Pantura, sebelum ada tol Cipali,” kenang Thomas kepada JawaPos.com.

Melanjutkan ceritanya, profesor astronomi yang mengepalai Lapan sejak 2014 lalu itu menyebut momen-momen yang paling berharga dan tak bisa terlupakan dari Lebaran adalah saat berkumpul dengan orang tua. “Dan saat bertemu dengan orang tua (saat masih ada) adalah saat yang sangat penting. Karena kesibukan, sehari-hari hanya sempat kontak via telepon. Saat mudik saya bisa berjumpa langsung dengan orang tua,” ucap Thomas.

Selain mudik, berkumpul dengan keluarga dan saling bersilaturahmi, Lebaran Idul Fitri tak lengkap tanpa sajian khas menggugah selera. Wajarnya, ketupat sayur, opor dan sajian khas Lebaran lainnya biasa hadir saat momen ini.

Thomas pun demikian, dia bercerita, sebagai anak yang terlahir dari keluarga campuran Gorontalo dengan Cirebon, ada banyak menu khas tersaji saat momen Lebaran seperti saat ini. Kekhasan kuliner keluarga Thomas juga makin semarak mana kala mendapat mertua dari ranah Minang.

“Ayah saya Gorontalo, ibu Cirebon, dan mertua Minang. Menu di rumah saat lebaran biasanya bikin rendang daging dan paru, selain yang umum ketupat dan opor ayam. Kalau mudik ke Cirebon, kami selalu cari empal gentong. Saya sebenarnya kurang suka daging dan ayam, tetapi khusus Lebaran, saya harus menyesuaikan dengan menu yang tersedia,” sebut Thomas.

Namun, karena pandemi Covid-19 sekarang ini, Lebaran Idul Fitri saat ini, Thomas tidak bisa berkumpul dengan keluarga besarnya. Sebagai gantinya, Thomas “mengunjungi” sanak keluarganya lewat virtual atau dengan aplikasi video call.

“Dalam suasana pandemi ini, kebiasaan bersama pergi ke masjid tidak bisa dilaksanakan. Gantinya, semuanya dikerjakan di rumah. Biasanya anak-anak juga sibuk mengurus kegiatan di masjid, jadi jarang berbuka bersama di rumah, sekarang semuanya bisa kumpul. Kami juga sudah berencana silaturahmi keluarga secara virtual saja dengan video call atau video conference,” tandas Thomas. 

12

You Might Also Like