Pemaparan tentang V-Shape dan E-Shape. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)


Sebagian perempuan saat ini masih demam drama Korea dan budaya KPop. Alhasil, kiblat kecantikan dan fashion pun mengikuti jejak para bintang K-Pop. Bentuk wajah para bintang K-Pop umumnya dianugerahi bentuk wajah V-Shape, dengan dagu yang lancip dan pipi yang tirus. Bentuk wajah inilah yang kini mulai digandrungi pencinta kecantikan.

Bentuk wajah tirus layaknya membentuk huruf V (V-Shape) yang menjadi tren dan favorit hingga kini. Tren ini terbentuk bersamaan dengan munculnya tren selfie, di mana banyak orang menginginkan wajah tirus untuk tampil sempurna saat selfie. Hal tersebut juga didorong dengan aktivitas sosial media lainnya di antaranya vlogging dan live video.

Namun, tidak seperti selfielive video pada umumnya tidak memiliki fitur suntingan (editing), akhirnya memicu keinginan masyarakat untuk mendapatkan wajah yang lebih tirus dan terbentuklah paradigma bahwa wajah yang ideal harus tirus.

“Saat ini saat tampil di media sosial maunya tirus semua. Lancip semua. Berwajah gadis Korea. Kalau kita ke Korea misalnya, naik MRT pasti bentuk wajahnya sama, V-Shape semua. Bagus sih, tetapi jadi tidak seperti diri sendiri terkadang tidak sesuai harapan,” kata Dokter Kecantikan dari Miracle Aesthetic Clinic dr. Ratna Widyaningsih, Dipl. AAAM kepada wartawan, Rabu (22/1).

Perawatan V-Shape umumnya hanya meniruskan wajah dari tampak depan saja. Akan tetapi saat dilihat dari samping, wajah tetap tidak seimbang.

Sebetulnya tren wajah V-Shape sudah lewat masanya. Kini tren perawatan wajah yang lebih terbaru lagi adalah perawatan dengan metode E-Shape. Lalu apa bedanya?

Menurut dr. Ratna, E-Shape adalah teknik pembentukan wajah dengan prosedur yang komprehensif dan lebih detail, mengacu pada beauty code atau struktur wajah masing-masing individu guna menghasilkan tampilan wajah yang lebih ideal, simetris dan proporsional sesuai versi terbaiknya.

Teknik E-Shape melakukan perbaikan wajah lebih lengkap. Di mulai dari pelipis, pipi hingga rahang. Bisa dilakukan dengan mengoreksi atau menambah volume pada wajah agar lebih seimbang.

“Dengan teknik E-Shape, membentuk kontur wajah seseorang jadi lebih simetris, proporsional dan ideal, serta menyesuaikan dengan setiap feature pada wajah tersebut,” tutur dr. Ratna.

Ternyata, teknik E-Shape juga bukan hanya dilakukan dalam teknik perawatan kecantikan. Teknik E-Shape juga sudah diterapkan oleh pakar kosmetik dan Make Up Artist Profesional.

Salah satu MUA, Dean, menilai, teknik E-Shape bisa diaplikasikan dengan koreksi make-up. Salah satunya dengan menggunakan teknik kontur.

“Tentu sudah dipakai juga di dunia kosmetik. Karena kalau hanya V-Shape dari depan terlihat tirus, ternyata dari samping wah cokelat banget ya konturnya. Maka kami melakukannya tak hanya dari area pipi, tetapi tergantung dari mana kekurangan wajah klien yang bisa dikoreksi,” ujar Dean.

Namun kalau dari sisi make-up, kami bukan sulap ya. Hanya bisa bertahan saat dimake-up saja, setelah hapus make-up ya hilang lagi pengaruh tirusnya. Beda dengan perawatan kecantikan yang lebih permanen,” jelas Dean.(jpc)

 

Content 1 tulis di sini......
Content 2 tulis di sini......
Content 3 tulis di sini......
Content 4 tulis di sini......
Content 5 tulis di sini......
1 2 3 4 5

You Might Also Like