SIDAK: Anggota Komisi IV DPRD Kotim M Kurniawan Anwar beserta sejumlah anggota DPRD lainnya berada di ruang CCTV Pusat Perbelanjaan Mentaya, baru-baru ini. BAHRI/KALTENG POS


SAMPIT–Keberadaan parkir manual menjadi sorotan DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dinilai parkir manual kini sudah tidak efektif lagi. Perlu diganti dengan sistem parkir elektronik.

Dikatakan Anggota Komisi IV DPRD Kotim M Kurniawan Anwar, perubahan tersebut dengan alasan selama ini penarikan parkir manual dapat diselewengkan. Akhirnya, pendapatan dari retribusi parkir bocor. Apalagi di tahun 2019, realisasi penerimaan dari parkir sangat minim.

"Pengelolaan parkir elektronik bertujuan untuk menghindari terjadinya kebocoroan PAD. Dengan sistem itu kebocoran PAD diyakini bakal terkurangi, Apalagi dilengkapi dengan CCTV sehingga bertambah keamanannya. Seharusnya pemerintah sudah mengubah ke sistem parkir elektronik itu,” katanya, baru-baru ini.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga menjelaskan, sistem tarif parkir elektronik tersebut diberlakukan berangkat dari keinginan pemerintah dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Pasalnya, selama ini masyarakat maupun pedagang mengeluh terhadap sistem parkir.

“Kita lihat sistem parkir elektronik di PPM Sampit. Kemana pun masyarakat berbelanja, kalau sudah masuk dalam zona tarif parkir elektronik maka selama berada dalam zona itu tidak perlu lagi membayar tarif parkir," ujar Kurniawan.

Dirinya juga mengharapkan kedepannya fungsi penerapan parkir elektronik ini diterapkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit. Hal ini agar dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. (bah/ila)

Content 1 tulis di sini......
Content 2 tulis di sini......
Content 3 tulis di sini......
Content 4 tulis di sini......
Content 5 tulis di sini......
1 2 3 4 5

You Might Also Like