Penandatanganan MoU Kajian Perdagangan Inggris Indonesia. (Agas Putranto/ Jawa Pos)


Kementerian Perdagangan (Kemendag) menandatangani nota kesepahaman kajian perdagangan Indonesia-Inggris tadi malam (16/10). Inggris berkomitmen mendukung program prioritas pemerintah. Khususnya, dalam sektor pendidikan, infrastruktur, serta jasa finansial dan teknologi (fintek).

Komisaris Perdagangan Inggris untuk Asia Pasifik Natalie Black menuturkan, pemerintah Indonesia memiliki visi besar dalam pembangunan infrstruktur. Seperti, bandara, moda raya terpadu (MRT), dan transportasi publik lainnya. ”Beberapa perusahaan Inggris sudah terlibat dalam proyek MRT. Selanjutnya, kami ingin lebih banyak berkolaborasi untuk mewujudkan visi-visi selanjutnya,” beber Natalie.

Inggris juga melihat perkembangan dan pertumbuhan e-commerce di tanah air sangat pesat. Kondisi tersebut, lanjut Natalie, mirip dengan yang terjadi di London saat ini. Fintek membuat gairah perekonomian meningkat. Apalagi era industri 4.0 sekarang. Investasi yang masuk semakin banyak. ”Saya tahu Indonesia telah memiliki lima unicorn besar di Asia Tenggara. Kami berharap langkah ini membuahkan hasil yang konkrit,” kata Natalie.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Iman Pambagyo berharap, dengan kerja sama tersebut bisa mengantarkan Indonesia pada ekonomi modern. Artinya, berdaya saing, bisa menghadapi produk-produk impor, memanfaatkan teknologi, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia itu sendiri.

”Dari kolaborasi tersebut pemerintah Indonesia ingin mendapat masukan dari pemerintah Inggris mengenai kondisi perdagangan global, mengetahui posisi ekonomi nasional berada di posisi berapa, dan hambatan seperti apa yang akan dihadapi beberapa tahun ke depan,” papar Iman.

Sementara di sektor pendidikan, Inggris sudah memberikan program Beasiswa Chevening. Sebuah program beasiswa global yang memberikan kesempatan bagi anak bangsa untuk menempuh studi master di Negeri Ratu Elizabeth yang sudah berjalan sejak 1983. Terbuka untuk siapa saja yang telah menyelesaikan gelar S1 dan memiliki pengalaman kerja setidaknya 2 tahun.

Program itu juga disebut tidak memiliki batasan umur. Lebih dari 1.700 orang Indonesia telah menerima beasiswa tersebut. Penulis novel Negeri 5 Menara Ahmad Faudi, artis sekaligus jurnalis Marissa Anita, hingga sutradara Noor Huda Ismail merupakan alumni peraih beasiswa Chevening.

”Beasiswa ini meliputi biaya hidup, biaya kuliah hingga dana lainnya untuk pendidikan gelar master. Selain jiwa kepemimpinan, kami juga mengharapkan sosok tersebut adalah mereka yang di masa mendatang akan mengambil keputusan, pembentuk opini yang memberikan dampak baik bagi pembangunan negara,” jelas Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins.(jpg)

 

Content 1 tulis di sini......
Content 2 tulis di sini......
Content 3 tulis di sini......
Content 4 tulis di sini......
Content 5 tulis di sini......
1 2 3 4 5

You Might Also Like