Jack Ma


Pergantian usia menjadi 55 tahun membawa babak baru dalam hidup Jack Ma. Pendiri e-commerce Alibaba itu mengumumkan pensiun dari kursi nomor satu perusahaan dengan kapitalisasi pasar lebih dari USD 460 miliar tersebut tepat pada hari ulang tahunnya kemarin (10/9).

Selebrasi pengunduran diri Ma dihelat di Olympic Sports Center dalam sebuah pesta perpisahan. Di stadion berkelas Olimpiade di kampung halamannya, Hangzhou, tersebut, Ma juga mengumumkan penggantinya, yakni Daniel Zhang. ’’Dia memiliki logika dan keterampilan berpikir kritis layaknya komputer super. Dia berkomitmen terhadap visinya dan sungguh-sungguh berani mengambil model bisnis yang inovatif untuk bisnis pada masa depan,’’ ujar Ma dikutip dari AFP.

Sosok Zhang bukan orang baru bagi Ma ataupun Alibaba yang didirikan pada 1999. Secara personal, Zhang memang berbeda dengan Ma yang dikenal flamboyan dan karismatik. Namun, dialah salah satu sosok kunci yang turut mengantar Alibaba merengkuh kesuksesan sejak 2007.

Di awal bergabung, Zhang menjabat chief financial officer (CFO) Taobao, e-commerce anak perusahaan Alibaba. Tantangan besar bagi Zhang setelah suksesi tersebut adalah mencari strategi pertumbuhan baru karena bisnis online di Tiongkok mulai lesu.

Lantas, ke mana Ma setelah mundur dari Alibaba? Investor ingin mengetahui upaya Ma terlibat dalam manajemen nanti. Ma juga digadang-gadang terus mengarahkan strategi bisnis perusahaan. Ma menyatakan akan menjadi mentor manajemen Alibaba.

Namun, dia juga berkomitmen untuk memberikan sumbangsih bagi dunia pendidikan. Kalimat from zero to hero memang tepat disematkan kepadanya. Dulu Ma adalah pengajar bahasa Inggris di Hangzhou Dianzi University. Semangat pantang menyerah membuat bisnisnya mampu menggurita hingga mengantarkannya menjadi orang terkaya di Tiongkok. ’’Sebelum berusia 70 tahun, saya bisa melakukan sesuatu di bidang lain, di bidang-bidang seperti pendidikan,’’ kata Ma di acara Alibaba pada September tahun lalu.

Penulis buku Alibaba: The House That Jack Ma Built yang juga teman dekat Ma, Duncan Clark, menuturkan hal senada. ’’Jack telah memberi isyarat untuk beberapa waktu tentang ketertarikannya pada filantropi, lingkungan, pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan pengembangan,’’ ungkap Clark.

Ma pernah berbicara tentang tantangan masa depan pendidikan pada World Economic Forum tahun lalu. ’’Jika tidak mengubah cara kita mengajar, 30 tahun kemudian kita berada dalam masalah,’’ tuturnya.

Metode pendidikan saat ini, menurut dia, hanya membuat anak-anak gagal. Mereka tidak akan mampu bersaing dengan mesin. Pendekatan pengajaran soft skill seperti pemikiran mandiri, nilai-nilai moral, serta kerja sama tim semestinya yang menjadi cara pengajaran saat ini.

Ma sering dianggap Steve Jobs-nya Tiongkok. Namun, hal itu juga menghadirkan keresahan. Inovasi Apple terus merosot saat berganti pimpinan ke Tim Cook. Microsoft juga sedikit hilang arah setelah Bill Gates digantikan Steve Ballmer. ’’Sejarah tentang ahli waris perusahaan teknologi inovatif saat ini memang buruk,’’ ujar Jeffrey Towson, profesor bidang investasi di Peking University, kepada South China Morning Post.

Namun, Towson merasa Ma sadar tentang tantangan tersebut. Karena itulah, Ma melakukan persiapan sejak lama. ’’Mungkin saja Jack Ma bisa mencapai apa yang tak bisa dilakukan Steve Jobs dan Bill Gates,’’ ungkapnya.

Apalagi, Ma belum sepenuhnya lepas tangan. Dia masih mempertahankan 6,22 persen sahamnya di Alibaba. Dia juga menjadi anggota seumur hidup di Alibaba Partnership, kelompok yang berwenang memilih direktur di perusahaan.

Kabar rencana melepas jabatan executive chairman itu diungkapkan Ma tahun lalu, dua hari menjelang ulang tahunnya ke-54. Lewat media miliknya, South China Morning Post, saat itu Ma membantah kabar New York Times yang menulis dirinya mundur sekaligus menuturkan bahwa dirinya memang tengah mempersiapkan diri pensiun.

Jika tahun lalu kabar pengunduran diri yang ternyata salah itu mampu membuat saham Alibaba turun 4 persen di bursa New York, kali ini tidak. Saham stabil.

Ma sejatinya memikirkan rencana pensiun sejak 10 tahun lalu. Dia bertanya kepada eksekutif perusahaannya seandainya Alibaba berjalan tanpanya. ’’Saya bangga Alibaba sekarang memiliki struktur, budaya, aturan, dan sistem yang dikendalikan bakat-bakat berkembang yang membuat saya bisa meninggalkan ini tanpa gangguan,’’ ujarnya.(jpg)

 

Content 1 tulis di sini......
Content 2 tulis di sini......
Content 3 tulis di sini......
Content 4 tulis di sini......
Content 5 tulis di sini......
1 2 3 4 5

You Might Also Like