Ilustrasi. (foto: net)


RUSIA menyesalkan adanya uji coba rudal jelajah darat oleh Amerika Serikat (AS). Hal itu dikhawatirkan, dapat meningkatkan ketegangan militer antara Moskow dan Washington pasca-bubarnya perjanjian INF.

“Semua itu disesalkan. AS jelas telah menetapkan arah untuk meningkatkan ketegangan militer. Kami tidak menyerah pada provokasi,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov, seperti dilansir laman kantor berita Rusia, TASS, Selasa (20/8)

Menurut Sergei, uji coba rudal itu membuktikan bahwa AS telah mengembangkan sistem tersebut cukup lama.

“Hampir tidak ada konfirmasi yang lebih jelas dan lebih eksplisit tentang fakta bahwa AS telah mengembangkan sistem semacam itu untuk waktu yang lama, dan persiapan untuk menarik diri dari perjanjian termasuk, khususnya, penelitian, serta pengembangan yang relevan,” ujarnya.

Sergei menegaskan, bahwa Rusia tidak akan terseret ke dalam perlombaan senjata. Ia menegaskan, bahwa Moskow masih tidak berniat untuk mengerahkan rudal kecuali Amerika Serikat melakukannya terlebih dahulu.

“Rusia tidak akan menyerah pada provokasi uji coba rudal jelajah AS. Seperti yang dikatakan Presiden Rusia (Vladimir Putin) di Prancis kemarin, kami tegaskan kembali komitmen kami pada moratorium unilateral dalam penerapan sistem jarak menengah berbasis darat sampai AS menyebarkan sistem semacam itu di beberapa bagian dunia,” tuturnya.

Sergei menambahkan, bahwa pemerintah Rusia masih siap menjalin dialog dengan AS untuk membahas tentang rudal jarak menengah dan pendek.

“Kami menjaga pintu (dialog) tetap terbuka. Selama AS tidak menyebarkan sistem (rudal) seperti itu ke Eropa, kami tidak akan melakukan hal yang sama, dan selama tidak ada rudal AS di Asia, tidak akan ada rudal kami di kawasan,” imbuhnya.

AS memang berencana menempatkan rudal jarak menengah di Asia. Hal itu telah diumumkan Menteri Pertahanan AS Mark Esper. Dia menginginkan penempatan rudal itu dapat direalisasikan dalam waktu beberapa bulan.

“Tapi hal-hal ini cenderung memakan waktu yang lebih lama dari yang Anda perkirakan,” ujarnya.

AS diketahui telah melakukan uji coba rudal jelajah darat. Uji coba rudal tersebut dilakukan di Pulai San Nicolas, Kalifornia. Menurut Pentagon, rudal berhasil menjangkau dan mengenai target setelah menempuh jarak lebih dari 500 kilometer.

“Data yang dikumpulkan dan pelajaran yang diperoleh dari tes ini akan memberi informasi kepada Departemen Pertahanan untuk mengembangkan kemampuan (rudal jarak menengah di masa mendatang,” kata Pentagon. (der/rts/fin/kpc)

You Might Also Like