Nurul Edy


SAMPIT – Tahun depan, Kabupaten Kotawaringin Timur akan menggelar pemilihan bupati dan wakil bupati bersama sejumlah kabupaten lainnya, termasuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalteng. Menjelang pendaftaran bakal calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), sejumlah nama mulai muncul ke permukaan.

Ada yang terang-terangan siap maju menjadi kandidat bupati maupun wakil bupati Kotim. Namun ada yang masih terkesan malu-malu. Salah satunya yaitu Nurul Edy.

Mantan Pj Bupati Kobar dan Sukamara ini bahkan tampak percaya diri (pede), bakal maju lewat partai politik (parpol). Bahkan dia tegas menyatakan, tidak mau lewat jalur independen. Tapi hanya lewat parpol.

Nama-nama yang mencuat ke permukaan selain Nurul Edy, ada dari politikus seperti Supriadi (ketua DPD Golkar), Muhammad Arsyad (anggota DPRD Kotim 2019-2024), Taufik Mukri (ketua DPC PPP), Ary Dewar (ketua DPC Gerindra), Ahmad Yani (ketua DPC PDIP), John Krisli (mantan Ketua DPRD Kotim 2009-2019), dan Fery Khaidir (anggota DPRD Kalteng 2019-2024). Selain itu, dari kalangan pengusaha ada Yoyo Sugeng Triyogo dan Sedha Tan Minggara. Sedangkan dari kalangan birokrat ada nama Halikinnor, dan Samsudin dan juga Nurul Edy.

Semua nama di atas, patut ditunggu bagaimana komposisi, baik kalangan politikus, birokrat dan pengusaha dalam meramaikan Pilkada Kotim 2020 mendatang. 

Nama-nama yang muncul menjadi bakal calon bupati maupun wakil sudah cukup banyak. Bahkan ada beberapa orang yang sudah siap bertarung dalam pemilihan kepala daerah tahun depan. Ada satu nama dari kalangan birokrat yang berencana maju. Yakni Nurul Edy.

Saat ini, Nurul Edy dipercaya menjadi Asisten II Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. “Insya Allah saya maju, tapi bukan melalui jalur independen, melainkan jalur partai politik. Terkait masalah aktif menjadi ASN, saya akan mengikuti aturan dan mekanisme nantinya,” katanya kepada Kalteng Pos, Senin (19/8).

Nurul menjelaskan, maju pada Pilkada Kotim 2020 atas panggilan nurani dan juga dorongan beberapa tokoh masyarakat, kolega, sahabat termasuk keluarga besarnya. “Saya mengawali ASN di Pemkab Kotim, dari staf, camat di 3 wilayah (Pulau Hanaut, Katingan Kuala dan Mentaya Hilir Selatan). Bahkan sempat menjadi sekda Kapuas. Menjadi kepala dinas di provinsi (Dagprind, Kesbangpol, Pendidikan, Kepegawaian dan Asisten 1, 2 dan 3). Jadi masalah pengalaman di birokrat, Insya Allah sudah paham dan mengerti,” ungkapnya.

Bahkan Nurul Edy pernah dipercayakan menjadi Pj Bupati Kobar dan Sukamara. “Terkait penjajakan dengan partai politik saat ini sudah ada. Secara kelembagaan kepartaian belum ada, tetapi diskusi dan silaturahmi perorangan partai, baik tingkat DPC dan DPD ada dan sudah pernah ketemu. Terkait saat ini menjadi ASN, akan menyesuaikan dengan ketentuan/regulasi yang berlaku untuk PNS. Sekali lagi tidak melalui jalur independen,” tegasnya. (rif/ens/ctk/nto)

You Might Also Like