Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran bersama Ketua TP PKK Kalteng Yulistra Ivo Sugianto Sabran memberikan semangat bagi para penari di Istana Negara Jakarta, Sabtu (17/8). (HMS UNTUK KALTENG POS)


JAKARTA- Tarian Hyang Dadas asal Barito Selatan, Kalteng tampil memukau di Istana Negara, Jakarta, pada saat peringatan HUT ke-74 RI, Sabtu (17/8). Penampilan yang ditampilan 275 penari asli Kalteng mendapatkan perhatian tamu negara dan undangan lainnya. Tak terkecuali, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran.

Orang nomor satu di Kalteng tersebut memberikan motivasi secara langsung bersama istrinya Yulistra Ivo. Usai penampilan, gubernur bersama istri langsung menyambangi tim kesenian asal Kalteng dan bersenda gurau sejenak di ruangan transit.

"Sangat memuaskan dan bangga dengan penari muda asal Kalteng. Ini yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan sumber daya manusia," ungkapnya kepada media saat itu.

Gubernur juga mengapresiasi semangat yang ditunjukan oleh para penari yang tampil saat itu. Kendati cukup lelah dan menguras tenaga, mereka akhirnya menyelesaikan tugas dengan baik.

Beberapa di antara mereka tampak ngos-ngosan karena kelelahan terlalu bersemangat dalam memperagakan tarian saat itu. Bahkan ada yang sampai terjatuh usai penampilan.

"Kita sangat bangga dengan mereka. Karena kecintaan terhadap Kalteng, mereka tampak semangat kendati harus kelelahan dan bahkan ada yang perlu perawatan di ruang medis," tuturnya.

Usai memberikan motivasi kepada penari dan tim, gubernur kemudian mengajak jamuan makan malam di rumah makan Pulau Dua Senayan, Jakarta Pusat.

"Saya cukup drop, karena terlalu bersemangat, sehingga harus tertidur dan menjalankan pertolongan media usai tampil," ungkap salah seorang penari Hiang Dadas, Ical.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng Guntur Talajan mengatakan, ia sangat bangga dengan perjuangan para penari. "Ini merupakan hasil dari perjuangan yang dilakukan selama ini. Mereka tampil cukup menarik dan berjalan lancar," ungkapnya usai upacara saat itu.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kominfo Kalteng Herson B Aden saat mendampingi penari di istana saat itu. "Mereka memiliki potensi untuk mengembangkan tarian dan kebudayaan asal Kalteng. Ini menjadi modal buat kita karena dapat dikenal oleh semua orang," tuturnya.

Dia berharap, setelah tampilnya tarian Hyang Dadas, Kalteng semakin dikenal dan banyak yang tertarik untuk mengunjungi Bumi Tambun Bungai, Tanah Berkah.

Untuk diketahui, Tarian Hyang Dadas bermakna doa penyembuh, yang tak sekadar dipetik dari ritual wadian, tetapi menjadi sebuah narasi keberagaman tari tradisi di Tanah Berkah, Kalteng. Tarian ini menghadirkan gemericik bunyi gelang wadian sebagai the voice of unity. Irama Gelang yang seolah bernyanyi, bak sungai mengalir yang menjadi penghubung dan menyatukan suku Dayak di Isen Mulang.

Hyang Dadas juga merupakan refleksi Kalteng dengan julukan Bumi Pancasila, yang di dalamnya hidup dengan damai berbagai sub suku Dayak di aliran Sungai Barito, Kahayan, dan Kapuas. (nue/ami)

You Might Also Like