Konsep Panggung RAN dengan mengambil tema luar angkasa di We The Fest. (dok panitia)


 Grup musik RAN tampil di hari kedua Festival Musik We The Fest 2019 di JiExpo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (20/7). Saat tampil di atas panggung, mereka tampil dengan nuansa panggung memukau. Dengan konsep di luar planet bumi, tata panggung, background, hingga busana anggota RAN, Rayi, Asta dan Nino yang bergaya luar angkasa.

Rayi, Asta, dan Nino yang tergabung dalam RAN tampil dengan prima dengan tema ‘Space Continuum’ mereka bersama para penari latar. Ramengvrl tiba-tiba ikut bergabung di panggung dan menyanyikan sebuah lagu kolaborasi mereka untuk pertama kalinya yang bahkan belum dirilis.

Penonton ikut riuh bernyanyi ketika RAN mulai menyanyikan lagu-lagu populer mereka. Di antaranya Dekat Di Hati dan Pandangan Pertama. Uniknya lagi, penampilan baru ditampilkan Nino dengan potongan rambut barunya di atas panggung.

Dalam Instagram Nino atau Anindyo Baskoro, konsep luar angkasa itu dinamakan Space Continuum dan tak lepas dari berbagai orang kreatif hebat di baliknya. Salah satunya adalah peran Muchlis Fahri alias Muklay sebagai Art Director. Bagi RAN, perjalanan ruang angkasa menggambarkan perjalanan hidup RAN.

“Konsep “SPACE CONTINUUM” RAN di @we.the.fest merupakan check-point rasa syukur kami. Luar angkasa adalah penggambaran hidup kami di industri musik, Seperti angkasawan melakukan perjalanan debut ke balik langit, dulu kami mana tahu apa yang akan terjadi. Tapi janji setia bertiga menemani arah kita,” ungkap Nino.

“Jatuh bangun yang penting bersama. Hingga jauh melangkah 8. sekarang ada di tempat yang Iebih indah, kami selalu bisa merewind jiwa ke hari dimana semua dimulai. Aksi kembali ke Pandangan Pertama adalah apresiasi untuk lagu terpenting dalam hidup saya. Seanehanehnya bentuk saya tanpa rambut di kepala, begitulah sapa awal saya untuk kalian semua. Di manapun langkah ini berada, jangan Iupa pijak kaki bermula,” sambung Nino.

Di hari kedua We The Fest 2019 yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran, penonton dimanjakan dengan beragam hal istimewa yang disiapkan khusus oleh berbagai musisi yang hadir. Dimulai dari Endah N Rhesa yang secara spesial meluncurkan album kelima mereka berjudul ‘Regenerate’ di panggung Another Stage.

Tak hanya itu, mereka mengundang penyanyi Adhitia Sofyan untuk bergabung dengan mereka di panggung yang disambut sorak sorai oleh penonton yang hadir. Penampilan Pamungkas di WTF Stage Park mendapat sambutan hangat dari para penonton. Pamungkas mengundang Hasna dari Teman Tuli yang menerjemahkan lagu-lagunya ke bahasa isyarat.

Barasuara berhasil membuat ribuan penonton yang hadir di This Stage is Bananas menyanyi bersama selama penampilannya. Penampilan mereka didukung oleh tata visual di layar yang apik oleh Isha Hening.

Sementara itu proyek solo Baskara Putra yaitu Hindia berhasil membuat WTF Stage Park penuh dengan penonton. Ia membawa Kallula dan juga Natasha Udu untuk menyanyikan lagu ‘Evaluasi’ bersamanya.

We The Fest 2019 juga berhasil membuat musisi-musisi mancanegara yang datang takjub. Penyanyi asal Amerika Serikat Sabrina Claudio kagum dengan jumlah penonton yang hadir untuk penampilannya di We The Fest.

Penyanyi asal Inggris Anne-Marie juga membagikan pengalamannya tampil di We The Fest 2019 melalui akun Instagram-nya. Headliner Travis tampil memukau di panggung WTF Stage, sementara itu DJ dan produser BAYNK unjuk gigi dengan memainkan saxophone di atas panggung.

Panggung This Stage is Bananas lalu ditutup oleh dua DJ Australia yaitu Nina Las Vegas dan Anna Lunoe. Another Stage ditutup dengan meriah olehFun On A Weekend feat. Soul Menace Crew. Hari ketiga dan terakhir We The Fest 2019 diramaikan dengan penampilan-penampilan dari Rae Sremmurd, Joji, Cigarettes After Sex, Warpaint, Feast, 6LACK, Dipha Barus, Kelawar Malam, Tulus, Coldiac, dan sebagainya.(jpn)

You Might Also Like