DIGELAR: Mobil-mobil klasik retro di gelaran Pasar Jongkok Otomotif (Parjo) 2019 di Museum Purna Bhakti Pertiwi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. RIAN ALFIANTO/JAWAPOS.COM


KENDARAAN lawas tak selalu identik dengan kondisinya yang usang tergerus waktu, karat di sana-sini dengan performa yang mulai loyo. Kendaraan lawas di tangan yang benar malah bisa mengalahkan kendaraan keluaran baru baik dari segi tampilan, daya pikat, bahkan performa mesinnya.

Omong-omong soal kendaraan lawas, Pasar Jongkok Otomotif (Parjo) 2019 yang dihelat pada Sabtu (6/7) hari ini hingga Minggu (7/7) memamerkan beragam kendaraan lansiran tahun 1960-an hingga yang terbaru dengan beragam tipe dan varian. Bertempat di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Parjo 2019 bisa menjadi alternatif wisata akhir pekan bagi penyuka otomotif.

Menilik kendaraan lawas, khususnya mobil, terdapat beragam merek mobil di arena Parjo 2019. Seperti sudah disinggung di atas, kendaraan-kendaraan di sini kebanyakan berusia lanjut.

Namun begitu, bukan sembarang mobil usia lanjut yang dipamerkan di gelaran tahunan ini. Beberapa yang menarik perhatian antara lain VW Safari, VW Combi, Toyota Land Cruiser, Toyota Corolla, Datsun, Mercedes Benz G-Class, Holden keluaran lawas Citroen dan masih banyak lagi.

Agus, dari Komunitas Safari Indonesia di arena Parjo 2019 hadir dengan mobil kesayangannya, VW Safari tahun 1972. “Saya senang VW sejak SMA, waktu itu peninggalan oom saya. Saat ini, VW safari yang saya pakai sudah delapan tahun sama saya,” tutur Agus kepada JawaPos.com.

Dirinya bercerita, tak banyak ubahan pada mobilnya. “Sebisa mungkin dipertahankan orisinalitasnya. Bodinya dikembalikan ke asli, interiornya, mesinnya juga kaki-kakinya. Pokoknya diusahakan kembali ke kondisi asli,” terangnya antusias.

Di arena yang sama, Bambang dari Holden Jakarta, juga demikian. Dirinya bersama komunitas Holden Jakarta memamerkan beberapa model Holden sekaligus. Dirinya sendiri memiliki Holden Premier HQ 1972.

“Sudah enam tahun pakai Holden. Mesin standar, tapi dikawinkan jeroannya dengan mesin yang memiliki daya lebih besar,” katanya.

Untuk mobil Holdennya, dikatakan Bambang sebisa mungkin keadaannya harus orisinil. “Interior orisinil, mesin hanya dikawinkan saja, tapi mesin asli semua. Eksterior, diluar pakai ban Mickey Thompson untuk yang belakang, depannya Dunlop. Velgnya weld racing,” terangnya.

Suka duka mengendarai mobil tua, dikatakan Bambang lebih banyak sukanya ketimbang dukanya. Menurutnya, mobil tua itu seperti memiliki jiwa. “Seperti ada ikatan antara mobil dengan tuannya. Jadi pusat perhatian, pokoknya seru deh,” tukasnya. (jpc)

Content 1 tulis di sini......
Content 2 tulis di sini......
Content 3 tulis di sini......
Content 4 tulis di sini......
Content 5 tulis di sini......
1 2 3 4 5

You Might Also Like