Pertemuan Ketua Umum PKB dengan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin, Jumat (5/7). (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)


Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyatakan ketertarikannya menduduki jabatan Ketua MPR periode 2019-2024. Saat dikonfirmasi, Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Daniel Johan berharap ketua umumnya itu bisa menduduki jabatan Ketua MPR. Daniel yakin Cak Imin mampu mengemban jabatan tersebut.

“(Cak Imin) akan semakin menegakkan empat pilar, NKRI, Pancasila itu menjadi sesuatu yang final bagi PKB. Kami berharap Cak Imin,” ujar Daniel dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (6/7).

Anggota Komisi IV DPR ini menambahkan, Cak Imin merupakan salah satu kader terbaik Nahdlatul Ulama (NU) yang dimiliki oleh PKB. Sehingga PKB berharap Cak Imin diberikan kesempatan bisa menempati jabatan tersebut.

“Karena Cak Imin selaku bagian dari kader NU terbaik saat ini. Jadi, kami berharap NU diberikan kesempatan untuk menjabat sebagai Ketua MPR,” katanya.

Daniel yakin, menjadikan Cak Imin sebagai Ketua MPR adalah pilihan tepat. Menurut Daniel, berkembangnya paham radikal perlu diredam dengan terus menyosialisasikan empat pilar kebangsaan, yakni NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Posisi NU menjembatani yang ekstrem kanan dan ekstrem kiri, karena Pancasila adalah di tengah, sehingga harus bisa mengakomodasi,” pungkasnya.

Sebelumnya Cak Imin telah melakukan pertemuan tertutup dengan Wakil Presiden terpilih Ma’ruf Amin. Usai pertemuan, kepada media Cak Imin membocorkan pokok pembicaraan.

“Ya, pastilah (soal kabinet). Tapi, enggak spesifik. Karena nanti ada forumnya,” ujar Cak Imin di kediaman Ma’ruf Amin di Jalan Situbondo, Jakarta, Jumat (5/7).

Selain soal kabinet, pertemuan juga membahas berbagai hal mulai dari kesejahteraan hingga pendidikan. Wakil Ketua MPR ini menambahkan, dalam pertemuan tersebut ia juga mengundang Ma’ruf Amin untuk menghadiri harlah PKB pada 23 Juli mendatang.

“Selanjutnya yang dibahas tentu gairah keIslaman yang muncul di Indonesia. Kiai Ma’ruf kami harapkan masih tetap memegang legitimasi untuk mendorong gerakan Islam, supaya terorganisasi, supaya menyukseskan pembangunan pemerintah,” katanya.

‎Selain itu, Cak Imin juga meminta restu dari Ma’ruf Amin mengenai ketertarikannya menjadi Ketua MPR periode 2019-2024. Cak Imin berharap Ma’ruf Amin bisa membantunya untuk mendapatkan posisi Ketua MPR.

“Ya, amin, mohon doa restunya agar sukses dalam lobi-lobi pimpinan MPR nanti,” jelasnya.

Menurut Cak Imin, gairah Islam harus tetap terjaga. Untuk itu, dia berharap kader Nahdlatul Ulama (NU) bisa menempati posisi Ketua MPR yang punya banyak peran dalam penguatan empat pilar kebangsaan. “Gairah Islam itu harus dijembatani melalui penguatan empat pilar kebangsaan dan NU punya modal itu,” ungkapnya.

Terpisah, Ma’ruf Amin mengatakan, permintaan Cak Imin menjadi Ketua MPR mesti dibahas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, dia pribadi mengaku mendukung orang yang ia kenal menjadi Ketua MPR.(jpc)

 

Content 1 tulis di sini......
Content 2 tulis di sini......
Content 3 tulis di sini......
Content 4 tulis di sini......
Content 5 tulis di sini......
1 2 3 4 5

You Might Also Like