Ilustrasi


Dalam bahasa Inggris, sarapan disebut dengan breakfast atau break the fast, yang bisa juga diartikan sebagai berbuka puasa. Seseorang biasanya terakhir makan sekitar 10 malam, setelahnya sampai dengan bangun tidur, tubuh sama sekali tidak mendapat asupan.

Lalu, bagaimana penderita diabetes tipe 2 menyikapi kondisi sehari-hari ini?

Sinyal lapar pasti dirasakan setiap orang ketika jam sarapan, namun sering karena kesibukan, sarapan menjadi sering kali diabaikan. Sementara, setelah didiagnosis diabetes tipe 2, banyak orang yang menjadi “takut”makan. Alasannya karena takut gula darahnya melonjak tinggi. Padahal, bagi pasien dengan diabetes tipe 2, melewatkan sarapan itu suatu hal yang berbahaya.

Penyandang diabetes harus sarapan karena ada obat yang bekerja dalam jangka panjang. Apabila dalam kondisi tidak sarapan, maka gula darah bisa menjadi sangat turun dan jatuh dalam kondisi hipoglikemia, kondisi di mana kadar gula darah sangat rendah. Gejalanya mulai dari pusing, pandangan mata kabur, berdebar, berkunang-kunang, pingsan, sampai dengan koma.

Lalu, bagaimana menyiasatinya? Penyandang diabetes harus sarapan, namun pilih jenis yang aman agar tidak meningkatkan kadar gula darah. (jpnn)

 

You Might Also Like