Akhir-akhir ini, Anda sering merasa lemas dan mudah kelelahan meski tak banyak melakukan aktivitas fisik. Meski belum ada gejala-gejala lain yang patut dikhawatirkan, tetapi rasa lemas berlebih yang dialami dirasa cukup mengganggu.

Alhasil, Anda pun bertanya kepada teman terkait keluhan tersebut. Dengan lantang, orang tersebut memberikan jawaban bahwa kondisi yang sedang terjadi pada Anda adalah akibat penyakit diabetes.

Namun, apa iya selalu seperti itu?

Kelelahan sering jadi pertanda diabetes

Tidak dimungkiri, menurut dr. Alvin Nursalim Sp,PD dari KlikDokter, lemas dan sering kelelahan merupakan salah satu pertanda dari penyakit diabetes. Biasanya, kondisi tersebut datang bersama gejala lain, seperti berkemih terutama di malam hari, merasa haus meski sudah banyak minum, dan timbulnya keinginan untuk makan berlebih.

“Selain itu, adanya juga keluhan lain berupa kesemutan, gatal pada kulit, mata kabur, dan gatal pada alat kelamin. Kesemuanya dapat menjadi pertanda bahwa Anda mungkin mengalami penyakit diabetes mellitus,” jelas dr. Alvin.

Meski begitu, diagnosis penyakit diabetes sebenarnya tak bisa dinyatakan melalui keluhan-keluhan saja. Butuh pemeriksaan lanjutan, seperti pemeriksaan gula darah untuk benar-benar memastikan diagnosis.

Lagi pula, faktor risiko diabetes, seperti riwayat keturunan, gaya hidup dan pola makan juga penting untuk dipertimbangkan.

“Mudah lelah bukan cuma akibat diabetes. Ada juga beberapa masalah kesehatan lain yang menunjukkan gejala tersebut, misalnya anemia, sindrom kelelahan kronis, hingga depresi,” tutur dr. Alvin.

Untuk anemia, lanjut dr. Alvin, Anda mungkin sudah sering mendengar dan tahu bahwa kondisi tersebut adalah keadaan di mana tubuh kekurangan zat besi serta kehilangan kemampuan untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh.

Bagaimana dengan sindrom kelelahan kronis?

Sindrom ini awalnya diberi nama ensefalomialgia. Kata “ensefal” artinya otak dan “mialgia” artinya nyeri otot. Intinya, gambaran utama dari sindrom ensefalomialgia adalah masalah pada otak dan otot.

Menurut dr. Atika dari KlikDokter, keluhan utama sindrom kelelahan kronis adalah rasa lelah yang menetap selama lebih dari 6 bulan tanpa penyebab yang jelas. Bahkan, selain merasa lemas terus-menerus, penderitanya juga akan mengalami masalah kognitif, seperti sulit berpikir, konsentrasi, dan menjadi pelupa.

Secara umum, sindrom kelelahan kronis lebih banyak dialami oleh wanita ketimbang pria. Hingga saat ini, pemicu pertama kali dari sindrom tersebut masih belum dapat dipastikan.

Akan tetapi, dr. Atika mengungkapkan bahwa sindrom kelelahan kronis bisa dipicu oleh stres psikologis, akibat berolahraga secara berlebihan, kurang tidur, hingga sedang menderita penyakit infeksi seperti pneumonia, infeksi virus Epstein-Barr (EBV), dan infeksi saluran pernapasan.

Lalu bagaimana dengan depresi? Mengapa bisa menyebabkan badan lemas dan sering kelelahan?

Hal itu terjadi karena orang yang depresi umumnya tidak memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas. Pikirannya juga cenderung bercabang, sehingga sulit untuk fokus.

Satu hal yang perlu diketahui, depresi berbeda dengan sindrom kelelahan kronis. Sebab, pada depresi, penderitanya tidak mengalami disfungsi kognitif layaknya sindrom kelelahan kronis.

Tapi, biasanya, baik depresi maupun sindrom kelelahan kronis sering terjadi pada orang-orang yang hidup di perkotaan akibat banyaknya tuntutan, baik tuntutan pekerjaan, pendidikan, rumah tangga, dan lainnya.

Kesimpulannya, keluhan badan lemas dan sering kelelahan tak melulu menjadi pertanda adanya penyakit diabetes.

Pasalnya, kondisi tersebut juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan lain, seperti anemia, sindrom kelelahan kronis, dan depresi. Oleh karena itu, jika Anda mengalami badan lemas dan sering kelelahan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang lebih pasti.(NB/ RVS/klikdokter)

You Might Also Like