Layaknya wanita, sebagian pria juga menganggap bahwa rambut adalah mahkota. 

Tak heran, pria masa kini mulai peduli terhadap kesehatan rambut dan tak ingin mengalami rambut rontok. Namun sayangnya, mendapatkan rambut yang sehat dan bebas rontok tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Ini karena kerontokan tak hanya disebabkan oleh faktor dari luar, melainkan juga dari dalam. Perlu Anda tahu, rambut rontok pada pria disebut dengan alopecia androgenik.

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, pada sebagian orang, rambut yang rontok bisa tumbuh kembali dengan sendirinya.

Akan tetapi, pada sebagian lainnya, membutuhkan pengobatan dan perawatan khusus untuk menumbuhkan kembali rambut yang rontok.

Banyak hal yang dapat menyebabkan rambut rontok pada pria. Salah satu yang paling dicurigai adalah pengaruh hormon testosteron.

Rambut rontok dan testosteron

Dihydrotestosterone (DHT) tersusun dari testosteron oleh enzim yang disebut 5-alpha reductase. Zat yang terdapat di kulit, folikel rambut, dan prostat itu ikut ambil peran terkait proses terjadinya rambut rontok pada pria.

Lebih jauh, karena DHT terdapat pada folikel dan prostat, ada penelitian yang menyebut bahwa kerontokan rambut yang terjadi pada pria berhubungan erat dengan peningkatan risiko kanker prostat.

Harvard Medical School menyebutkan bahwa pria yang mengalami kebotakan verteks memiliki risiko 1,5 kali lebih besar untuk terkena kanker prostat. Selain itu, mereka yang mengalami kebotakan verteks juga disebut memiliki risiko 23% lebih tinggi untuk mengalami penyakir arteri koroner.

Apa itu kebotakan verteks? Ini adalah jenis rambut rontok yang terjadi di mahkota kepala. Orang-orang yang mengalami kebotakan verteks akan kehilangan rambut di bagian tengah kepala, yang biasanya terdapat pusar kepala.

Dipengaruhi oleh genetik

Rambut rontok memang dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti usia, stres, dan kondisi lingkungan tempat tinggal. Akan tetapi, faktor-faktor tersebut hanya memberikan pengaruh sedikit.

Karena pada dasarnya, rambut rontok pada pria lebih dipengaruhi oleh genetik. Jadi, apabila Anda adalah pria yang memiliki ayah atau kakek dengan rambut rontok atau kebotakan, risiko Anda untuk mengalami keadaan yang sama akan meningkat berlipat ganda.

Melansir Healthline, sensitivitas folikel rambut adalah hal yang dipengaruhi oleh genetik dan berperan pada terjadinya rambut rontok pria.

Studi menyebutkan, apabila folikel rambut sangat sensitif terhadap testosteron dan DHT, maka risiko terjadinya rambut rontok atau kebotakan terbilang sangat tinggi.

Terlepas dari itu semua, pria yang mengalami rambut rontok atau kebotakan sebaiknya segera berobat ke dokter, apalagi bila kondisi tersebut terjadi saat di usia yang masih tergolong muda. 

Ingat, rambut rontok atau kebotakan pada pria tak hanya sekadar masalah penampilan semata. Hal tersebut juga berhubungan dengan peningkatan risiko kanker prostat.(NB/ RVS/klikdokter)

You Might Also Like