Sampah Dinilai Masih Sumber Kegagalan Adipura

 Kamis, Tanggal 17-01-2019, jam 10:52:43
Anggota DPRD Kota Palangka Raya saling menyapa usai mengikuti kegiatan rapat pipurna di gedung DPRD, belum lama ini. (DENAR/ KALTENG POS)

PALANGKA RAYA- Gagalnya Kota Palangka Raya meraih anugerah Adipura tahun 2018 mengundang pertanyaan dari berbagai pihak, termasuk legislator Wakil Ketua I DPRD Kota Palangka Raya, Ida Ayu Nia Anggreini.

“Kami turut prihatin, padahal beberapa tahun yang lalu kota nyaris meraih Adipura, namun masih gagal. Tahun kemaren juga demikian. Masalah juga masih sama, karena sampah. Ini perlu ada evaluasi lebih jauh,” ujarnya, Rabu (16/1).

Terkait kegagalan itu, menurut Ida Ayu Nia Anggraini kembali kesadaran masyarakat di bidang kebersihan harus ditingkatkan, karena hal tersebut bukan semata tanggung jawab pemerintah. Bahkan pemerintah sudah menerapkan jam buang sampah.

“Sebenaranya banyak upaya yang dilakukan seperti penerapan jam buang sampah. Itu cukup efektif untuk meminimalisir carut marutnya keadaan sampah. Namun masyarakat yang mencari makanan ternak di TPS, lalu mengacak-acaknya tapi tidak merapikannya kembali menjadi salah satu penyebab TPS kita tetap saja terlihat kumuh,” ujar Ida.

Legislator dari Partai Gerindra ini juga menghimbau kepada pihak pemko untuk bisa terus mengawasi dan melakukan pemeliharaan secara berkala kepada TPS-TPS yang tersebar diseluruh Kota Palangka Raya.  Karena tidak sedikit TPS yang seharusnya dilakukan perbaikan bahkan banyak yang rusak akibat perbuatan tangan jahil.

“Pengadaan yang baru atau perawatan fasilitas pengelolaan sampah yang ada, harus diperhatikan dengan baik agar bisa berfungsi sebagaimana mestinya, agar TPS yang ada tidak terlalu kumuh dipandang,” ungkapnya.

Dia juga meminta agar pemerintah kembali mengevaluasi seluruh faktor yang menjadi penghambat Palangka Raya dalam meraih adipura. Hal-hal tersebut dapat menjadi pelajaran agar di 2019 predikat Adipura bisa kembali diraih.

“Program pemerintah, seperti 3 R (Reduce, Reuse, Recycle) harus terus disosialisasikan. Tempat-tempat sampah yang ada harus selalu dijaga dengan baik,“ bebernya. (ena/uni/ctk)

Berita Terkait