Lulusan Peternakan Tapi Jadi Penata Rias

 Sabtu, Tanggal 03-11-2018, jam 12:57:51
Kini tak hanya menawarkan jasa make-up, Zulfida Widya Kumala juga menyewakan gaun pernikahan untuk para calon pengantin. (RAMA SIHOTANG/KP)

Sebelum 2010, profesi make-up artist (MUA) tak jarang dipandang sebelah mata. Namun, siapa sangka kini MUA menjadi profesi menghasilkan. Sebelumnya, banyak orang mengira MUA adalah seseorang yang mendandani artis atau selebriti.

Namun, faktanya, masyarakat Indonesia hanya salah menfasirkan kata artist. Padahal artist dalam konteks ini mengandung istilah, profesi MUA membutuhkan keterampilan artistik atau jiwa seni yang tinggi.

 

SEORANG MUA andal dianggap mampu menyulap wajah siapa pun yang diriasnya. Permintaan yang tinggi membuat profesi tersebut semakin menjadi daya tarik untuk ditekuni, khususnya di Samarinda. 

ZulfidaWidya Kumala, perempuan berhijab ini merupakan MUA kondang Samarinda. Namun, siapa sangka, sebelum menjejakkan langkah menjadi salah satu MUA ternama di Kota Tepian, perempuan yang karib disapa Fida itu telah menghadapi banyak kisah.

Saat disambangi di kediamannya, Fida menyambut hangat. Rumahnya di Jalan MT Haryono itu menjadi istana bagi Fida dan keluarga. Siapa pun dengan mudah mengetahui bahwa itu merupakan kediamannya. Pasalnya, terdapat tulisan “Zulfida Make Up” yang terpampang jelas di depan rumah.

Sejak berseragam putih abu-abu, dia sudah suka bermain sambil merias wajah teman-temannya. Namun, saat itu hanya iseng, tak pernah dia sangka bahwa sejak itulah ceritanya sebagai MUA dimulai.

Pada 2010, perempuan dengan gigi berpagar itu rutin diajak oleh sang ibunda yang berprofesi sebagai guru kesenian di SMA 5 Samarinda (Smala). Fida diajak merias anak didik ibunya yang ingin pentas menari.

 “Cuma polas-poles biasa aja, enggak pakai teknik banget pas waktu itu karena akunya masih belum paham juga,” ungkap Fida sambil tertawa.

Saking rutinnya, Fida dikenal oleh anak-anak Smala dan ditanya tentang tarif make up. Sempat kebingungan, dia memilih untuk tidak menjawab. Namun, seiring berjalannya waktu, dia akhirnya berpikir untuk membuka jasa make-up.

“Mulai itu aku berpikir asyik kali kalau buka jasa make-up. Pada dasarnya aku suka melihat orang-orang itu cantik karena aku. Dan, rasanya ada kebanggaan ketika mereka itu puas sama hasil makeup-nya,” ucap dia dengan logat Banjar.

Menjadi penata rias akhirnya dia tekuni dengan serius pada 2013. Saat itu Fida pelan-pelan belajar melalui YouTube. Sembari itu, dia menabung dan berniat mengikuti seminar tata rias. Kali pertama, dia mengikuti workshop yang diadakandi Balikpapan dan dibimbing Dewi Tian MUA yang berasal dari Parijs Van Java atau Bandung.

“Sempat minder karena peserta yang lain itu sudah pakai peralatan bermerek, sedangkan aku pakai yang sederhana, itu pun hanya diletakkan di tas ransel kecil. Namun setelah mengikuti seminar Dewi Tian, aku semakin berniat untuk bisa serius dalam dunia tata rias,” ungkapnya sambil mengepalkan tangan.

Dulu menjadi seorang penata rias didominasi oleh mereka yang lulus dari jurusan pendidikan kecantikan. Kini banyak MUA tidak memiliki latar belakang pendidikan kecantikan namun berhasil menggeluti profesi MUA dengan baik. Salah satunya Fida.

Selain menjadi penata rias, Fida merupakan staf aktif Dinas Pertanian Kota Samarinda. Perempuan yang gemar menggunakan lensa kontak itu adalah alumnus Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman.

“Aku baru-baru aja lulus, Maret 2018. Karena kalau enggak lulus tahun ini, ibu mengancam bakal buang semua peralatan makeup-ku,” tuturnya sambil tertawa terbahak-bahak.

Meski berasal dari disiplin ilmu yang jauh dari profesinya sekarang, Fida optimistis dengan usaha yang dijalani. Melihat peluang kemudian berjuang adalah poin penting dalam memulai usaha. Hobi yang menghasilkan, itulah yang dia geluti sekarang.

Selain jasa makeup, dia juga melebarkan usaha dengan menyewakan pakaian pengantin. Mulai akad hingga resepsi. Dia mengambil peluang dengan menawarkan paket jasa sekaligus sewa baju. Sebuah usaha membutuhkan kejelian dalam melihat peluang. (*/nul*/rdm2/k16)

Berita Terkait