Dari Titik Nol Indonesia ke Pantai Iboih

 Minggu, Tanggal 28-10-2018, jam 05:02:39
Monumen Kilometer Nol Indonesia, menjadi tempat menarik bagi wisatawan untuk berfoto termasuk keluarga traveller.

LAGU wajib Indonesia dengan judul Dari Sabang Sampai Merauke begitu melekat diingatan. Apalagi kalau sudah benar-benar menginjakkan kaki di salah satu daerah yang ada di lagu tersebut. Langsung dalam hati sambil bernyanyi, “Dari sabang sampai merauke. Berjajar pulau-pulau. Sambung menyambung menjadi satu. Itulah Indonesi.”

Banyak orang yang begitu penasaran dengan Sabang ataupun Merauke. Kini, rasa penasaran itu bisa sedikit terbuka melalui hasil perjalanan Ari Hidayat Alda, warga Palangka Raya, Kalteng yang baru saja mengunjungi Sabang.

Ari –sapaan akrabnya ini berjalan mengunjungi dua lokasi terkenal di daerah ini. Titik nol kilometer dan Pantai Iboih. Untuk titik nol tersebut, berada di Pulau Weh. Bagi wisatawan yang ingin ke lokasi ini, dapat menempuh menggunakan kapal dari Pelabuhan Ulee Lheu di Banda Aceh ke Pelabuhan Balohan (Pulau Weh, Sabang).

“Ada dua alternatif yang tersedia, menggunakan kapal motor express dengan waktu tempuh 40 menit Rp 80ribu per orang atau kapal ferry dengan waktu tempuh dua jam biayanya Rp 60 ribu per orang,” ujarnya kepada Kalteng Pos, Sabtu (27/10).

Untuk masuk ke lokasi wisata titik nol km Indonesia hanya dikenakan biaya parkir kendaraan yang digunakan. Kurang rasanya kalau di titik nol km Indonesia tidak berfoto. Apalagi sudah terbangun tulisan besar Kilometer 0 Indonesia.

Di Pulau Weh ini, ujar Ari, barulah kita bisa menikmati Pantai Iboih. Lantaran Pantai Iboih, juga dikenal sebagai Teupin Layeu, terletak di seberang tepi barat Pulau Weh yang legendaris.

“Masuk ke pantai ini dikenakan biaya Rp 2.000 per orang, jika menginap akan dibebankan kepada penginapan atau resort yang ada,” tambah Ari.

Tentunya bagi wisatawan yang datang dari kota jauh, akan sangat disayangkan bila tidak menginap. Apalagi, ujar Ari, Pantai Iboih ini lokasi pas untuk menikmati sunrise. Ditambah lagi, ada berbagai fasilitas untuk snorkeling dan diving. “Bagi yang suka kuliner, ada sate gurita,” ucapnya.

Bagi Ari, dua lokasi wisata ini aksesnya sangat mudah. Ditambah lagi bagi wisatawan yang baru saja mengunjungi Sabang, ada banyak fasilitas tour guide yang siap membantu. Tidak hanya itu, ada juga penyewaaan kendaraan yang terdiri dari becak, motor sampai mobil.

“Pantai Iboih juga terawatt, tidak terdapat sampah akibat ulah manusia. Airnya jernih,” tutur Ari yang saat itu berwisata dengan keluarganya.

Terakhir, ada hal yang tak bisa dilupakan usai mengunjungi titik nol. Ari menuturkan akan wisatawan akan mendapatkan sertifikat pengunjung yang ditandatangani oleh wali kota Sabang. “Untuk mendapatkannya wisatawan harus mengeluarkan biaya Rp 20ribu saja,” tutupnya. (ila/)

Berita Terkait