Tegas, Dewan Pers Minta Wartawan yang Jadi Tim Sukses Harus Berhenti

Kartu Kompetensi Wartawan Bisa Dicabut

 Kamis, Tanggal 25-10-2018, jam 10:00:46


DEWAN Pers menegaskan, jurnalis yang menjadi calon legislatif atau tim sukses dalam Pemilu 2019 untuk mundur dari profesinya. Sebab, hal itu telah menyalahi prinsip profesi sebagai wartawan karena menyangkut netralitas.

“Dewan Pers Indonesia pun akan menindak tegas wartawan yang tidak cuti atau mengundurkan diri,” kata Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL (Jawa Pos Group/Kalteng Pos Group), di Jakarta, Kamis (25/10).

Ditegaskan, pihaknya akan menegur dan memperingatkan wartawan yang nyaleg atau menjadi bagian tim sukses capres-cawapres yang tidak mengundurkan diri.

"Tentunya melalui mekanisme teguran dan peringatan," ujar Yosep.

Yosep mengimbau, seluruh pimpinan media massa harus mengetahui jika ada wartawannya yang masih bertindak seperti itu. Sebagai pemegang kartu utama, pemimpin media massa seharusnya memahami hal tersebut.

"Kan pemimpin redaksinya wartawan utama. Berarti dia tak bisa dipercaya sebagai orang yang memilki kompetensi utama," ungkapnya.

Selain itu, kantor media yang sudah terverifikasi Dewan Pers harus faham bersikap seperti apa jika ada wartawannya yang nyaleg.

"Yang kedua kan perusahaan medianya diverifikasi Dewan Pers. Dewan Pers dapat meninjau ulang status kompetensi utama dan status perusahaannya," pungkas Yosep.

Aturan mengenai tertera dalam edaran Dewan Pers No. 02/SE-DP/VIII/2018 tentang Posisi Media dan Imparsialitas Wartawan Dalam Pemilu 2019.

Dewan Pers menegaskan, setiap wartawan yang memilih maju menjadi calon anggota legislatif atau anggota DPD, ataupun menjadi anggota tim sukses partai atau tim sukses pasangan calon presiden-wakil presiden untuk segera non-aktif sementara sebagai wartawan, atau mengundurkan diri secara permanen. (lov/rmol/kpc)

Berita Terkait