PALANGKA RAYA - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah, H Sutransyah mengakui jika dirinya masuk di dalam Tim Kampanye Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Koalisi Indonesia Kerja Pasangan Calon Presiden Joko Widodo dan Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.

Terkait keterlibatannya itu, Sutransyah berdalih bahwa itu adalah hak politiknya selaku pribadi. "Itu adalah hak pribadi saya, saya tidak membawa nama organisasi (PWI) didalamnya," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (24/10/2018).

Selain itu, Sutransyah juga berdalih bahwa keterlibatan di dalam tim kampanye bukan merupakan pelanggaran ketentuan organisasi wartawan yang dipimpinnya.

"Setahu saya yang tidak boleh itu merangkap menjadi pengurus parpol, bukan tim kampanye. Karena di tim tim kampanye ini saya juga mengatasnamakan diri saya sendiri, bukan organisasi," kilahnya.

Pernyataan Sutransyah ini berbanding terbalik saat dirinya mengeluarkan pernyataan terkait larangan terhadap pengurus dan anggota PWI di Kalteng terlibat dalam tim sukses pada pemilihan kepala daerah beberapa waktu lalu.

Sebelumnya Sutransyah dengan tegas mengatakan bahwa pengurus organisasi yang dipimpinnya secara aturan dan etika, tidak diperkenankan bergabung dalam struktur kepartaian politik (parpol) maupun aktivitas politik parpol, termasuk menjadi anggota tim sukses pasangan calon di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Penegasan tersebut menurut dia, karena saat itu sejumlah pengurus PWI di daerah disinyalir masuk dalam tim sukses paslon tertentu, sehingga sudah melanggar aturan baku yang telah diatur dalam AD/ART PWI, dan menjadi perhatian Dewan Pers.

“Dengan menjadi tim sukses, sesungguhnya seorang wartawan telah memilih untuk berjuang guna kepentingan politik pribadi atau golongannya. Padahal tugas utama wartawan adalah mengabdi pada kebenaran dan kepentingan publik,” kata Sutransyah, (21/03/2018) lalu. (sam/OL/nto)

You Might Also Like