Bandar Selidril Bipak Kali Dibekuk

 Selasa, Tanggal 16-10-2018, jam 11:42:33
Anggota Satnarkoba Polres Barsel ketika membekuk Rdy alias Dugal serta mencari barang bukti berupa obat Selidril. Inzet: Rdy alias Dugal. (Foto: Satnarkoba Polres Barsel)

BUNTOK – Jajaran Satnarkoba Polres Barito Selatan menangkap Rdy alias Dugal (37), bandar obat Selidril tanpa izin edar di sebuah barak, Jalan Buntok Muara Teweh, Desa Bipak Kali, Kecamatan Gunun Bintang Awai (GBA), Minggu (14/10).

“Kita telah menangkap dan mengamankan bandar obat selidril tanpa izin di sebuah barak di Desa Bipak Kali,” kata Kapolres Barsel AKBP Eka Syarif Nugraha Husen melalui Kasat Narkoba Iptu Sanip , Selasa (16/10) malam.

Ia mengungkapkan, penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di barak tersebut diduga sering terjadi transaksi obat terlarang.

Berbekal informasi tersebut, lanjut dia, pihaknya melakukan penyelidikan. Setelah memastikan pelaku benar menjual obat terlarang tanpa ijin edar, pihaknya langsung menangkapnya. “Setelah digeledah ditemukan 75 keping atau 750 butir obat selidril tanpa izin edar dari tangan pelaku,” kata Sanip.

Obat tersebut, lanjut dia, dibungkus pelaku menggunakan plastik hitam yang disimpan dibawah pohon pisang dihalaman barak pelaku.

Ia membeberkan, berdasarkan keterangan pelaku obat tersebut di beli di daerah Amuntai Kalimantan Selatan dengan harga Rp11.500 perkeping dan di jual di Desa Bipak Kali dan sekitar patas seharga Rp20 ribu per keping.

Saat ini, pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Barsel guna proses lidik selanjutnya.

Adapun barang bukti yang diamankan, 750 butir obat selidril, satu handphone merk Xiaomi warna hitam dan uang tunai hasil penjualan Rp 900 ribu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) dan (3) Jo Pasal 108  UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.  “Pelaku diancam hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar,”tegas perwira pertama (pama) itu. (ner/OL/nto)

Berita Terkait