Pemko Palangka Raya

Fairid Menekankan Pentingnya Kerjasama Semua Pihak

Untuk Menghindari Adanya Perdagangan Orang di Kota Palangka Raya

 Jum`at, Tanggal 12-10-2018, jam 02:02:46
Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (HUMAS UNTUK KALTENG POS)

PALANGKA RAYA - Kabar gembira menyelimuti Kota Cantik Palangka Raya. Pasalnya, di ibu kota Provinsi Kalteng ini dinilai nihil perdagangan orang. Meskipun demikian, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menekankan pentingnya kerja sama semua pihak untuk menghindari adanya perdagangan orang di kota yang dipimpinnya.

Pun demikian, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palangka Raya drg Tiur Simatupang juga ingin memperkuat Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (GT-PP-TPPO). Tujuannya, untuk menangkal segala bentuk kekerasan baik bagi kaum hawa maupun memberikan perlindungan bagi anak-anak. Semua itu, disampaikan mereka dalam acara Rakernas GT-PP-TPPO yang dilaksanakan di Kota Palangka Raya, di Swiss Belhotel Danum Palangka Raya, Kamis (11/10), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Susana Yembise.

Dikatakan Fairid, kasus perdagangan orang dengan berbagai modus dan iming-iming tertentu ke luar negeri di Kota palangka Raya boleh dikatakan minim dan hampir tidak ada. Hal ini karena tingginya tingkat penghayatan masyarakat Kota Palangka Raya terhadap falsafah Huma Betang.

“Ini bisa terjadi karena masyarakat Kota Palangka Raya memiliki rumah betang yang tentunya menjadi pedoman hidup,” tuturnya.

Selain itu, dirinya juga menegaskan tidak adanya perdagangan manusia di Kota Cantik ini karena memang secara geografis, Palangka Raya tidak berbatasan dengan negara penampung dan perekrut tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. Meskipun demikian diperlukan tindakan preventif dan juga kerja sama dengan sejumlah pihak dalam mencegah terjadinya perdagangan manusia. (old*/ami/iha/CTK)

Berita Terkait