Menangkap Ikan Jangan Diracun dan Disetrum

 Jum`at, Tanggal 12-10-2018, jam 12:37:14
MEMBERIKAN PAKAN: Kepala Diskan Kotim, Heriyanto memberikan pakan untuk ikan jelawat di Kolam yang berada di halaman belakang Diskan beberapa waktu lalu. BAHTIAR/KALTENG POS

SAMPIT– Mencari ikan dimusim kemarau biasanya lebih mudah. Bahkan, musim kemarau kadang diartikan musimnya panen ikan bagi para nelayan.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Hariyanto mengimbau kepada masyarakat agar tidak mencari ikan dengan menggunakan alat tangkap yang dilarang. Seperti menggunakan racun, menyetrum dan hal dilarang lainnya.

“Musim kemarau ini biasanya lebih mudah dalam menangkap ikan. Namun diharapkan nelayan jangan menangkap ikan dengan cara dilarang. Gunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan,” kata Heriyanto, Kamis (11/10).

Ia menambahkan, pihaknya disetiap desa sekarang  sudah membentuk kelompok masyarakat pengawasan perikanan. Jadi, di desa sudah ada dan pihaknya berharap kalau nanti menemukan masyarakat yang menangkap ikan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan agar segera dilaporkan.

“Dampak akibat penggunaan alat tangkap yang dilarang itu dapat merusak ekosistem laut. Kalau ekosistem laut rusak, maka yang rugi adalah para nelayan sendiri. Karena ikan-ikan akan semakin sulit dicari,” ujar dia.

Bahkan, lanjut Heriyanto, penggunaan alat tangkap ikan seperti setrum itu dapat membuat ikan-ikan kecil menjadi mati. Tidak menutup kemungkinan akibat hal itu bisa membuat ikan menjadi punah.

“Karena yang besar ditangkap dan yang kecil tidak bisa berkembang biak. Siapa yang rugi kalau begini? Pastinya nelayan juga yang rugi. Termasuk dengan cara diracun itu mati semuanya sampai yang kecil-kecil,” tandasnya. (ais/bad)

Berita Terkait