Bangun Komitmen, Lawan dan Berantas Kejahatan Perdagangan Orang

Menteri PPPA Buka Rakornas GT PP-TPPO 2018

 Jum`at, Tanggal 12-10-2018, jam 05:39:46
Menteri PPPA RI, Yohana S Yembise bersama Wagub Kalteng Habib Said Ismail menabuh katambung, sebagai tanda dimulainya Rakornas GT PP-TPPO 2018, di Ballroom Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Kamis pagi (11/10). (BUDIPRAS/KAPOS)

PALANGKA RAYA-Masih terjadinya kasus tindak pidana perdagangan manusia, menjadi bukti selama ini belum kuat upaya pencegahan yang dilakukan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (GT PP-TPPO).

Hal ini diungkapkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Yohana S Yembise saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) GT PP-TPPO 2018, di Ballroom Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Kamis pagi (11/10).

Yohana menyadari, untuk upaya pencegahan yang lebih masif, perlu adanya penguatan antarlembaga dan kementerian terkait. Menurutnya, kebijakan dan program yang dihasilkan lebih fokus pada penindakan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), namun belum mampu memaksimalkan upaya pencegahan.

“Perempuan dan anak adalah masa depan dari bangsa ini. Harus dijaga dan dilindungi. Tindak pidana perdagangan orang adalah tindakan kriminal nasional yang kasusnya terus meningkat,” ungkapnya.

Dijelaskannya, perdagangan orang merupakan konspirasi dan dilakukan oleh mafia-mafia yang terselubung. Caranya, dengan langsung masuk kepada keluarga-keluarga tak mampu. Mengiming-imingi penghasilan besar di luar negeri. Tapi ternyata, di sana mereka diperdagangkan.

“Melalui rakornas ini, mari kita buka kembali program yang sudah kita buat. Kemudian, kita evaluasi bersama. Marilah kita kembali membangun komitmen untuk melawan dan memberantas kejahatan perdagangan orang. Maka, rakornas kali ini harus berjalan serius,” ungkap perempuan yang juga sebagai ketua harian GT-PP TPPD pusat ini dalam sambutannya, kemarin. (bud/ce/ens)

Berita Terkait