Giliran Jatim dan Bali Diguncang Gempa 6,4 SR, Tiga Orang Tewas

 Kamis, Tanggal 11-10-2018, jam 09:24:39
Salah seorang warga menunjukan bangunan yang hancur akibat gempat berkekuatan 6,4 SR yang mengguncang sejumlah daerah di Jawa Timur, Kamis (11/10) pagi. (Foto: net)

GEMPA bumi dengan kekuatan magnitudo 6,4 SR mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali pada Kamis (11/10) pukul 01.57 WIB. Setidaknya, tiga orang diketahui meninggal dunia akibat gempa yang tidak berpotensi tsunami itu.

Tiga orang meninggal dunia adalah Nuril Kamiliya, laki-laki, 7, warga Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep, Madura. Kemudian, Nadhar, perempuan, 55, warga dusun Jambusok, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep, Madura. Serta seorang laki-laki Dewasa yang masih identifikasi, warga Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep, Madura.

“Korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Kejadian gempa Kamis dini hari saat korban sedang tidur tiba-tiba gempa mengguncang dan rumah roboh sehingga korban tidak bisa menyelamatkan diri,” ujar Kapusdatinmas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (11/10).

Jatim diketahui menjadi wilayah yang tergolong rawan gempa. Karena sering terjadi pergeseran patahan lempeng bumi di wilayah tersebut. Tapi waktu terjadinya gempa belum dapat diprediksi.

"Memang daerah potensi di situ. Terutama Selat Madura (Sumenep)," kata pakar Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Ir. Amien Widodo.

Guncangan gempa terasa di seluruh wilayah Jatim. Antara lain di Kabupaten/Kota Situbondo, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Kabupaten/Kota Probolinggo, Bondowoso, Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Kabupaten/Kota Pasuruan, Kota Batu, Kabupaten/Kota Malang, Blitar, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Kabupaten/Kota Mojokerto.

Sedangkan berdasarkan analisis peta gempa dirasakan, intensitas gempa dirasakan III-IV MMI di Denpasar, III MMI di Karangkates, III MMI di Gianyar, III MMI di Lombok Barat, III MMI di Mataram, III MMI di Pandaan.

Menurut Amine, gempa dini hari tadi belum yang terbesar. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada. Sebab gempa serupa diprediksi masih akan terjadi lagi. (JPC/KPC)

Berita Terkait