Penyakit Kaki Gajah Masih Menjadi Permasalahan Serius

 Kamis, Tanggal 11-10-2018, jam 08:37:32
Sekda Gunung Mas, Yansiterson saat ikut sukseskan program pencanangan tahun ke-3 pemberian obat pencegahan massal di Puskesmas Kurun, Rabu (10/10).

KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) mendorong bulan Oktober sebagai bulan eliminasi penyakit kaki gajah (Belkaga) melalui pemberian obat pencegahan massal (POPM) filariasis.

Kegiatan tersebut merupakan pencanangan tahun ke-3 pemberian obat POPM Filariasis dan dibuka secara resmi oleh Sekda Gunung Mas, Yansiterson mewakili bupati di Puskesmas Kurun, Rabu (10/10).

Bupati Gunung Mas Arton S Dohong menyampaikan, dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekda Gumas Yansiterson, penyakit kaki gajah (Filariasis) masih menjadi masalah serius di Indonesia. Gumas harus mengurangi penularannya.

“Penyakit ini bisa menular ke siapa saja, baik orang dewasa, remaja maupun anak-anak. Filiariasis adalah penyakit menular yang menyerang saluran dan kelenjar limfe serta disebabkan cacing filarial,” terangnya.

Dia mengungkapkan, penularannya sendiri disebabkan oleh nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun (kronis). Bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin, baik pada perempuan maupun laki-laki.

“Untuk itu, agar dapat bebas dari kasus penyakit kaki gajah, pemerintah mencanangkan Oktober sebagai bulan eliminasi penyakit kaki gajah melalui POPM filariasis,” terangnya.

Dia menambahkan, pengobatan diberikan setahun sekali selama minimal lima tahun berturut-turut. “Program ini memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dalam menurunkan angka kecacatan dan kerugian ekonomi disebabkan oleh penyakit tersebut,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, program ini dapat terlaksana oleh adanya peran dan partisipasi masyarakat untuk dapat menyukseskan program pemerintah ini. “Tanpa ada peran partisipasi masyarakat, kegiatan ini tidak sukses,”pungkasnya.(okt/uni/ctk/nto)

Berita Terkait