NGERI ! Leher Robek, Mayatnya Tergeletak Bersimbah Darah di Lantai Rumah

 Kamis, Tanggal 11-10-2018, jam 07:42:30
Mayat Sunarto dalam kantong jenazah saat berada di kamar mayat RSUD Dr Murdjani Sampit, Rabu pagi (10/10). (BAHTIAR/KALTENG POS)

SAMPIT - Warga sekitar perumahan karyawan Divisi H PT Uni Primacom di Desa Barunang Miri, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dibuat geger. Pasalnya ditemukan mayat laki-laki yang diketahui bernama Sunarto (36) dengan posisi tergeletak bersimbah darah di lantai rumahnya, Selasa (9/10).

Informasi yang dihimpun Kalteng Pos, Rabu (10/10), pria asal Desa Bengleh, Kecamatan Wonosegoro,  Kabupaten  Boyolali, Jawa Tengah itu bekerja sebagai buruh harian lepas pemanen di perusahaan sawit PT Uni Primacom.

Diduga pria yang memiliki satu orang anak itu korban pembunuhan. Karena ditemukan luka robek pada leher depan akibat benda tajam. Penganiayaan terhadap korban diduga dilakukan seseorang pada Senin (8/10) sekitar pukul 22.00 WIB.

Supriyono (32), adik kandung korban sempat bercerita, terakhir ia berkomunikasi dengan Sunarto melalui Whatshapp (WA) Senin (8/10) dan dibalas pada malam hari. bahkan rencana jenazah akan di bawakan ke kampung halaman Boyolali.

“Saya mendapat kabar lewat telepon dari teman kerja bahwa kakak saya sudah tiada (maksudnya meninggal). Rencananya, saya bawa (jenazah Sunarto) ke Boyolali, Jawa Tengah. Menurut saya dia orangnya baik. Tidak ada masalah di kerjaan. Juga setahu saya tidak ada masalah. Dia orangnya suka bercanda, dan suka ngalah,” kata Supriyono, adik kanduk korban saat dibincangi di depan kamar mayar RSUD Dr Mardjani Sampit, Rabu (10/10) dini hari WIB.

Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel melalui Kasatreskrim AKP Wiwin Junianto Supriyadi membenarkan tentang peristiwa tersebut. Menurut Wiwin, polisi telah berkoordinasi dengan RSUD Dr Doris Sylvanus Palangka Raya untuk melakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematian korban.

“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat yang menjelaskan ada sosok orang (korban, red) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” kata Wiwin saat itu berada di kamar mayat, Rabu (10/10). (ais/ens)

Berita Terkait