Peserta Yacht Rally Wonderful Sail to Indonesia 2018 “Mencicipi” Budaya Kalteng (3/Selesai)

Ikut Menari Bersama, Coto Manggala Sangat Diminati Para Turis

 Kamis, Tanggal 11-10-2018, jam 05:53:55

Terpesona dengan atraksi di Kampung Pelangi dan puas menyusuri perairan Sungai Arut. Malam harinya, puluhan turis mancanegara peserta Wonderful Sail to Indonesia 2018, kembali mengikuti gala dinner di halaman Istana Kuning. 

 

HUSRIN A LATIF, Pangkalan Bun

 

PULUHAN peserta Yacht Rally kembali dibawa menghadiri gala dinner di halaman Istana Kuning. Bangunan yang berada di tengah Kota Pangkalan Bun dan bersebelahan dengan lapangan tugu itu, menjadi objek wisata yang dikenalkan kepada turis mancanegara.

Istana Kuning terdiri dari empat bangunan, yaitu; bangsal (tempat penerimaan tamu kerajaan), rumbang (tempat raja bersemedi), dalem kuning (pusat pemerintahan dan tempat tinggal raja), dan pedahiran (ruang makan kerajaan).

Pada tahun 1986, istana yang terkenal dengan pintu kerajaan berwarna kuning itu, dibakar oleh seorang wanita gila bernama Draya. Tak tersisa satu barang pun. Replika istana telah selesai dibangun kembali pada tahun 2000.

Kembali ke acara gala dinner. Pejabat-pejabat penting dan tokoh di Kobar pun menghadiri acara tersebut. Tarian daerah kembali dipertontonkan di hadapan turis-turis mancangara itu. Bahkan, mereka tak canggung ikut menari bersama. Tampak makanan khas Kobar, coto manggala sangat diminati para turis.

Coto manggala hampir sama dengan soto pada umumnya. Namun ada yang membedakan panganan khas Kobar ini dari soto biasanya yang menggunakan nasi. Coto manggala menggunakan singkong. Para turis pun tampak lahap menghabisi coto manggala yang dihidangkan. Bahkan, beberapa di antaranya terlihat cocok dengan masakan ini. Kembali menambah kuah coto ke dalam mangkoknya.

Bupati Kobar Nurhidayah menegaskan, dengan program Wonderful Sail to Indonesia 2018 ini, dijadikan ajang mempromosikan tempat wisata yang jarang dikenal dan memiliki akses yang terbatas. Pemkab Kobar sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pariwisata, yang telah memasukkan agenda yacht rally melintasi perairan Kumai.

"Banyak daerah di Indonesia yang memiliki potensi wisata cukup bagus. Kita punya wisata budaya dan religi. Ada Rumah Betang, Astana Mangkubumi, Istana Kuning, serta kuliner khas. Kita harus kenalkan wisata tersebut ke penjuru dunia," terang Nurhidayah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dispar) Kalteng, Guntur Talajan memberikan apresiasi kepada tim percepatan pembangunan Kalteng BERKAH, Bupati Kobar, serta perangkat daerah (PD) yang telah berkolaborasi dengan pusat, mendukung penuh event internasional tersebut.

"Sajian atraksi budaya, kuliner, beberapa objek wisata yang dikunjungi sampai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), merupakan satu paket wisata yang bagus," ungkap Guntur Talajan kepada Kalteng Pos, kemarin (10/10). Diharapkan dengan terselenggaranya Wonderful Sail to Indonesia 2018, mampu memperkenalkan potensi-potensi wisata di Bumi Marunting Aji. Dengan demikian, semakin menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung ke Kobar. Karena dengan berkembangnya sektor pariwisata, akan mendukung perkembangan dan kemajuan Kabupaten Kobar khususnya, dan Provinsi Kalteng umumnya. (ce)

Berita Terkait