Ingat! Kampanye di Rumah Ibadah Bisa Dipidana

 Rabu, Tanggal 10-10-2018, jam 11:22:15
Ilustrasi kampanye. (foto: net)

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengingatkan kepada seluruh peserta Pemilu 2019 agar tidak menggunakan tempat ibadah dan lingkungan pendidikan sebagai lokasi kampanye. Pasalnya, tindakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran.

Sejak dimulainya masa kampanye bagi peserta pemilu, banyak calon legislatif (caleg) yang melakukan pelanggaran. Baik berupa pemasangan alat peraga kampanye, hingga penggunaan tempat ibadah dan lingkungan pendidikan untuk berkampanye.

Kampanye dimaksud yakni menampilkan nomor urut, asal partai, hingga visi-misi caleg.

“Belakangan ini kami juga mendengar adanya penggunaan lingkungan pendidikan dan tempat ibadah untuk kampanye caleg. Makanya kami ingatkan bagi para peserta pemilu agar para calegnya tidak berkampanye di lokasi yang dilarang,” ujar Komisoner Bawaslu DKI Jakarta Divisi Penindakan Puadi, Senin (8/10), di Jakarta.

Puadi mencontohkan, pihaknya mendapat laporan tentang caleg incumbent di wilayah Jakarta Barat, berkampanye di lingkungan pendidikan.

Termasuk mendengar kabar yang belum dibuktikan tentang caleg berkampanye di tempat ibadah di wilayah Jakarta Pusat. “Sepanjang ada laporan akan kita proses,” tegas dia.

Pelanggaran lainnya yang banyak ditemukan petugas pengawas di lapangan yakni, pemasangan alat peraga kampanye (APK). “Ini kita sedang inventarisasi jumlahnya. Dalam waktu dekat akan kita umumkan,” tutur Puadi.

Bahkan belakangan ini, Bawaslu DKI Jakarta mendapat pelimpahan terkait laporan penggunaan videotron oleh pasangan capres-cawapres di lokasi terlarang.

“Laporan ini pelimpahan dari Bawaslu RI. Berdasarkan kajian awal, ini merupakan pelanggaran administrasi. Bila datanya sudah lengkap, langsung kita tangani,” pungkas Puadi. (rul/indopos/kpc)

Berita Terkait