Peserta Yacht Rally Wonderful Sail to Indonesia 2018 “Mencicipi” Budaya Kalteng (2)

Kagum Keunikan Arsitektur Kayu, Dimanjakan Pemandangan Kampung Pelangi

 Rabu, Tanggal 10-10-2018, jam 05:29:38
Turis mancanegara melihat langsung Kampung Pelangi di Kelurahan Mendawai, kemarin. (HUSRIN A LATIF/KALTENG POS)

Setelah puas menikmati kesenian dan budaya khas Dayak, turis mancanegara yang tergabung dalam tim yacht Rally Wonderful Sail to Indonesia 2018 kembali disuguhkan dengan destinasi wisata sejarah. Rombongan diajak ke Astana Mangkubumi dan Kampung Pelangi.

 

HUSRIN A LATIF, Pangkalan Bun

 

SEKITAR pukul 14.00 WIB, peserta Yacht Rally meninggalkan rumah betang di Desa Pasir Panjang. Setelah menyaksikan dan mempraktikan kesenian serta olahraga khas Dayak, para turis mancanegara kembali melanjutkan perjalanan menggunakan sebuah bus, menuju ke Astana Mangkubumi, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan (Arsel).

Turis dari berbagai benua seperti Eropa dan Amerika ini, tampak kagum melihat keunikan arsitektur kayu di Astana Mangkubumi. Kesempatan tidak disia-siakan. Sebab, mereka akan melanjutkan perjalanan kembali pada 11 Oktober mendatang. Di Astana Mangkubumi, mereka melihat langsung pemandian tujuh putri.

“Mereka bisa melihat langsung bangunan kayu yang berusia ratusan tahun tersebut,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kobar, Wahyudi yang selalu menemani sejak kedatangan rombongan Wonderful Sail to Indonesia ke Kobar.

Sekitar satu jam berada di Astana Mangkubumi, rombongan kembali diajak mengunjungi destinasi-destinasi wisata yang ada di dalam Kota Pangkalan Bun. Kali ini, rombongan dibawa ke tempat wisata baru, yakni Kampung Sega atau Kampung Pelangi di Kelurahan Mendawai.

Melihat langsung kampung yang letaknya dekat dengan Sungai Arut. Di situ mata mereka dimanjakan dengan pemandangan rumah-rumah penduduk yang dicat berwarna-warni. 

Di Kampung Pelangi, turis pun disuguhi atraksi model-model cilik yang menggunakan konstum unik dari barang bekas. Terpesona melihatnya. Sebagian dari mereka langsung mengeluarkan kamera untuk mengabadikan momen tersebut.

Puluhan turis dari beberapa negara, seperti Australia, Denmark, Prancis, Belanda, Jerman, Selandia Baru, Spanyol, Amerika Serikat, hingga Kanada ini, sengaja dibawa menjelajahi destinasi-destinasi wisata yang dimiliki daerah berjuluk Bumi Marunting Batu Aji ini.

Harapannya, turis mancanegara yang datang ke Kobar khususnya dan Kalteng pada umumnya, tidak hanya berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) saja. Akan tetapi, bisa mengunjungi destinasi wisata budaya, sejarah, hingga wisata religi yang ada. 

Wakil Bupati (Wabup) Kobar, Ahmadi Riansyah mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke Kobar mencapai 25 ribu orang per tahun.

“Kobar merupakan daerah yang cukup potensial. Kunjungan wisata rata-rata per tahun sampai dengan 25 ribu wisatawan. Sebagian besar tujuannya adalah ke Taman Nasional Tanjung Puting,” ucap Ahmadi pada kampanye keselamatan pelayaran di Dermaga Tanjung Puting, Kumai, Senin (8/10).

Dengan alasan itulah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar memprioritaskan sektor pariwisata. Ahmadi melanjutkan, pembangunan sektor pariwisata ini tentu harus didukung oleh pintu masuk dan pintu keluar di daerah, “Ini harus dibenahi dengan baik,” ujarnya. (ce/ram)

Berita Terkait